Riset STKIP Muhammadiyah Kalabahi Integrasikan AR dan Budaya Kui

  • 27 Jul 2026 09:58 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kalabahi kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan tim dosennya memperoleh pendanaan Hibah RisetMu Batch IX Tahun 2025. Pendanaan tersebut digunakan untuk mengembangkan penelitian bertajuk Akulturasi Seni Mengajar Kontemporer Berbasis Augmented Reality dengan Integrasi Etnomatematika Kui untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Keaktifan Siswa.

Penelitian diketuai Ratna Abdul Pakdin Balikh, S.Si., M.Pd., bersama anggota tim Mukmin Amsidi, M.Pd., Musrifa Peka, M.Pd., Putry Ayuni Gorang, dan Nurmiyati K. Koly. Kegiatan penelitian dilaksanakan di MTs Insan Cita Moru, Kabupaten Alor, selama Maret hingga April 2026 dengan dukungan penuh dari kepala sekolah dan dewan guru.

Selama pelaksanaan penelitian, tim melakukan berbagai tahapan mulai dari observasi lapangan, validasi perangkat pembelajaran, penyusunan media berbasis Augmented Reality (AR), pengumpulan data awal, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi terhadap kemampuan berpikir kritis dan tingkat keaktifan siswa.

Melalui media pembelajaran tersebut, unsur-unsur budaya lokal Kui diintegrasikan ke dalam materi matematika sehingga siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep matematika secara visual dan interaktif, tetapi juga memahami nilai budaya yang hidup di lingkungan mereka. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

Hasil sementara penelitian menunjukkan penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality yang dipadukan dengan pendekatan etnomatematika Kui mampu meningkatkan antusiasme siswa selama proses belajar. Siswa terlihat lebih aktif berdiskusi, lebih berani menyampaikan pendapat, serta lebih mudah memahami konsep-konsep matematika yang sebelumnya dianggap abstrak.

Ketua Tim Peneliti, Ratna Abdul Pakdin Balikh, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan upaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya lokal. Menurutnya, teknologi justru dapat menjadi media untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya melalui dunia pendidikan.

"Penelitian ini menjadi upaya kami menjawab tantangan pendidikan di era digital dengan memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. Kami berharap model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keaktifan siswa," ujar Ratna, Sabtu 25 Juli 2026

Keberhasilan memperoleh pendanaan Hibah RisetMu Batch IX Tahun 2025 menjadi bukti bahwa dosen STKIP Muhammadiyah Kalabahi mampu bersaing di tingkat nasional melalui penelitian yang inovatif dan berbasis potensi daerah. Hasil penelitian ini selanjutnya akan dikembangkan menjadi media pembelajaran yang lebih komprehensif serta dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional sebagai kontribusi bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....