HANI 2026, Kepala BNNK Belu Perkuat P4GN juga Gerakan ANANDA dan IKAN
- 24 Jul 2026 18:16 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Momentum memperingati Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu berkomitmen untuk terus mengintensifkan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalagunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan juga menggerakkan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR) dan Integritas Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai garda terdepan dalam pencegahan narkotika.
Kepala BNNK Belu Suroso S.Sos.,M.M menyampaikan berkenaan dengan puncak HANI 2026, konsentrasi BNNK Belu di perbatasan yakni terus memperkuat kolaborasi global dalam memaksimalkan tim terpadu di perbatasan guna deteksi dini dan upaya pencegahan dengan pemberdayaan masyarakat di wilayah perbatasan untuk menghindari peredaran gelap narkotika.
Suroso mengatakan menelik dari tema “ membangun generasi sehat, cerdas dan kuat melalui gerakan ananda bersinar menuju Indonesia emas 2045, memiliki substansi penting bahwa anak dan remaja merupakan aset berharga bangsa.
Lanjut Suroso, dalam mewujudkan generasi sehat dilakukan dengan gerakan ANANDA BERSINAR dengan mendorong aksi nasional anti narkotika yang dimulai dari lingkungan anak dan keluarga, juga mendorong peran keluarga dengan menekankan perlindungan generasi bangsa dari ancaman narkoba harus dimulai dari keluarga kemudian diperluas ke lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sementara itu dalam menuju generasi Indonesia emas 2045 dengan Membangun lingkungan yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkoba adalah syarat mutlak untuk menciptakan generasi yang berdaya saing dan berintegritas.
Selain itu BNNK Belu mendorong program Integritas Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di sekolah-sekolah dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada siswa-siswi dan remaja sebagai garda terdepan dalam pencegahan narkotika.
“Tentunya kita gencar melakukan sejumlah program strategis untuk mengedukasi bagi semua untuk menghindari pencegahan dan peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan,” kata Suroso pada Kamis 23 Juli 2026 di ruang kerjanya.
Selain itu pihaknya gencar mendorong program-program pemberdayaan masyarakat dengan itu akan terhindar dari segala tindak pidana yang berkaitan dengan peredaran gelap narkotika di perbatasan.
Ia berharap refleksi HANI 2026 mampu mengembalikan dan memulihkan kesadaran moral serta komitmen seluruh anak bangsa, untuk bersama-sama membangun kewaspadaan dini dan mengantisipasi berbagai bentuk ancaman narkoba yang terus berkembang.
Suroso juga mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari institusi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media massa, hingga masyarakat umum, untuk bersama-sama mengambil peran aktif dalam upaya memutus rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, dengan wujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas narkoba demi generasi Indonesia Emas 2045 yang unggul dan berdaya saing. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....