Pura Giri Dharma Loka Menjadi Simbol Toleransi Umat Beragama di Alor sejak 1981

  • 24 Jul 2026 10:32 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Pura Giri Dharma Loka di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menjadi satu-satunya tempat ibadah umat Hindu yang hingga kini masih aktif digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan. Berdiri sejak tahun 1981, pura ini menjadi simbol keberadaan umat Hindu sekaligus cerminan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Alor.

Guru Agama Hindu sekaligus penjaga Pura Giri Dharma Loka, Irwansyah Purba, mengatakan pura tersebut telah menjadi tempat persembahyangan bagi sekitar 20 kepala keluarga atau kurang lebih 50 jiwa umat Hindu yang menetap di Kabupaten Alor. Sebagian besar umat bekerja sebagai anggota Polri, sementara lainnya berprofesi sebagai pengusaha dan pegawai.

"Pura Giri Dharma Loka merupakan satu-satunya pura yang ada di Kabupaten Alor. Pura ini berdiri pada tahun 1981 dan hingga sekarang masih menjadi pusat kegiatan ibadah umat Hindu yang ada di Alor," kata Irwansyah Purba. Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menjelaskan, umat Hindu di Alor secara rutin melaksanakan persembahyangan bersama setiap Purnama dan Tilem atau setiap 15 hari sekali. Pelaksanaan ibadah dilakukan pada malam hari berdasarkan kesepakatan bersama agar seluruh umat dapat hadir mengikuti persembahyangan di pura.

"Karena jumlah umat kami tidak banyak, waktu persembahyangan biasanya disepakati bersama pada pukul enam atau tujuh malam agar semua umat dapat hadir dan bersembahyang bersama di pura," ujarnya.

Menurut Irwansyah, Pura Giri Dharma Loka memiliki beberapa tingkatan kawasan. Area pertama dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan bermusyawarah, sedangkan area utama di bagian atas digunakan sebagai lokasi pelaksanaan persembahyangan. Gerbang utama pura hanya dibuka pada hari-hari suci tertentu, seperti saat Odalan atau peringatan hari jadi pura.

Ia menambahkan, nama Giri Dharma Loka memiliki makna sebagai tempat suci yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan dan alam semesta. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam ajaran Hindu yang selalu mengedepankan keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta.

"Harapan kami, siapa pun yang nantinya tinggal di Alor dapat terus menjaga dan merawat pura ini. Selain itu, kami bersyukur karena toleransi antarumat beragama di Kabupaten Alor sangat baik. Selama saya berada di Alor sejak tahun 2010, hubungan dengan umat agama lain berjalan harmonis dan saling menghormati," tutur Irwansyah.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Alor, aparat keamanan, dan masyarakat yang terus menjaga keamanan serta ketertiban setiap pelaksanaan kegiatan keagamaan. Menurutnya, Pura Giri Dharma Loka tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Hindu, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan toleransi yang terus dipelihara oleh masyarakat Kabupaten Alor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....