Membuang Makanan Sisa Menjadi Tantangan Moralitas
- 16 Jul 2026 18:07 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perilaku membuang makanan sisa kini menjadi tantangan moralitas. Kebiasaan buruk menimbun sampah makanan mencerminkan adanya krisis empati di tengah masyarakat.
"Orang tua mengajarkan bahwa apa yang kita nikmati adalah berkat Tuhan. Manusia tidak boleh serakah terhadap limpahan makanan," ujar Marthen Natonis, S.Hut., M.Si., Ketua Fraksi Perindo DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kepada rri.co.id, Rabu, 15 Juli 2026.
Krisis kepedulian sosial ini terlihat kontras di tengah perjuangan daerah. Karena itu, masyarakat diajak untuk kembali menghidupkan nilai luhur dalam menghargai pangan lokal.
"Makanan tidak boleh dibuang karena banyak orang di luar sana sangat membutuhkan. Kita harus peduli pada sesama yang sedang kelaparan," ucapnya tegas.
Edukasi perilaku anti-mubazir pangan harus terus disuarakan demi keberlangsungan hidup. Langkah sederhana seperti mengambil porsi secukupnya dapat membantu menjaga ketahanan pangan.
Kesadaran individu dalam menghargai setiap butir nasi sangat krusial. Perubahan perilaku ini akan membawa dampak besar bagi generasi masa depan.
Pemerintah daerah perlu menyusun kampanye kreatif di sekolah dasar. Langkah preventif tersebut dinilai efektif untuk menanamkan nilai moral sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....