Pestisida Ramah Lingkungan bagi Petani NTT

  • 12 Jul 2026 07:48 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Pestisida organik berbasis ekoenzim menjadi alternatif pengendalian hama yang mulai diperkenalkan kepada petani di Nusa Tenggara Timur secara bertahap. Inovasi tersebut memanfaatkan bahan organik serta ekoenzim sebagai dekomposer untuk menghasilkan pestisida alami yang aman bagi tanaman.

Ketua Ecoenzyme NTT Charles Malelak menjelaskan ekoenzim membantu menguraikan bahan organik sehingga menghasilkan pestisida nabati yang efektif digunakan. "Pestisida organik berbasis ekoenzim adalah pestisida berbahan organik yang menggunakan ekoenzim sebagai dekomposer untuk merombak bahan organik," katanya kepada RRI Atambua, Jumat, 10 Juli 2026.

Pembuatan pestisida organik menggunakan berbagai bahan alami berupa rempah-rempah, serai, bawang, daun pepaya, serta tanaman lokal lainnya. Seluruh bahan difermentasi menggunakan ekoenzim selama satu hingga dua minggu sebelum siap diaplikasikan pada tanaman budidaya petani.

Charles mengatakan ekoenzim tidak hanya berfungsi sebagai dekomposer tetapi juga memiliki kemampuan sebagai pestisida alami yang efektif. "Ekoenzim sendiri juga bisa berfungsi sebagai pestisida," ujarnya saat menjelaskan manfaat tambahan dari hasil fermentasi tersebut.

Menurutnya, pestisida organik bekerja memperkuat ketahanan tanaman sehingga serangan hama menjadi berkurang tanpa merusak keseimbangan lingkungan sekitar. Tanaman yang sehat akan lebih kuat menghadapi gangguan organisme pengganggu dibandingkan tanaman yang bergantung pada bahan kimia.

Penggunaan pestisida berbasis ekoenzim juga dinilai efektif mengendalikan berbagai penyakit tanaman termasuk virus kuning, virus tungro, serta serangan belalang. "Berbagai resep berbahan alami dikembangkan berdasarkan pengalaman lapangan dan pemanfaatan tanaman lokal yang tersedia di wilayah Timor ini," ucapnya.

Komunitas Ecoenzyme NTT terus mengembangkan pelatihan kepada masyarakat agar penggunaan pestisida organik semakin meluas pada sektor pertanian daerah. Upaya tersebut diharapkan bisa menciptakan pertanian sehat, produktif, berkelanjutan, sekaligus ramah lingkungan bagi generasi mendatang bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....