Polres Belu Gelar Upacara Memperingati HUT Bhayangkara ke-80

  • 01 Jul 2026 14:35 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Memperingati HUT Bhayangkara yang ke-80, Kepolisian Resor Belu menggelar Upacara yang diikuti jajaran personel TNI-Polri, instansi pemerintah, serta tokoh masyarakat setempat juga tamu undangan di Halaman Polres Belu pada Rabu 01 Juli 2026

Dalam amanatnya Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia Prabowo Suabianto yang menyampaikan apresiasi tertinggi dan ucapan terima kasih atas kerja keras, pengabdian, dan pengorbanan seluruh keluarga besar Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional Kapolres Belu membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia.

” Tema peringatan hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 ini adalah 80 tahun Pengabdian Polri untuk masyarakat tema Ini mengandung makna bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam seluruh perjalanan pengabdiannya bermuara pada satu tujuan yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, hal ini berarti bahwa seluruh pengadilan Polri diarahkan untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat berwujudkan pengertian kepada tercapainya kesuksesan” ujar Kapolres saat membacakan amanat Presiden.

Lanjutnya membacakan amanat Presiden RI dalam pelaksanaan tugas Polri harus mampu mencerminkan kesiapan, ketegasan dan profesionalisme untuk memberikan pelayanan terbaiknya fokus utama pelayanan Polri yaitu, pelayanan yang responsif dan berorientasi sehingga memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Presiden juga menyoroti dinamika geopolitik global saat ini, seperti ketidakpastian ekonomi dan dampak ketegangan di Timur Tengah yang menuntut Polri memperkuat keamanan siber serta mendeteksi potensi ancaman multidimensional secara cepat. Selain itu, peran Polri dinilai sangat krusial dalam mengawal program strategis nasional, termasuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan pemberantasan kejahatan digital seperti judi online serta penyelundupan.

Dimana menuntut kesiapan dan kemampuan Polri untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan kejahatan yang dimungkinkan terjadi termasuk di dalamnya memperkuat keamanan siber serta mendukung misi perdamaian dunia serta menyikapi perkembangan situasi geopolitik Global maupun regional yang semakin dinamis saat ini menjadikan tantangan yang serius bagi institusi Polri,khususnya dalam menjaga dan memelihara Kamptipmas juga polri harus mampu beradaptasi dan respon secara cepat setiap tuntutan publik dalam dalam mengadaptasi dan merespon setiap perubahan.

Melalui momentum HUT ke-80 ini, Kepala Negara memberikan lima instruksi strategis untuk dipedomani oleh seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia:

  1. Reformasi Kelembagaan Polri harus memastikan proses reformasi beroperasi Polri mampu mewujudkan institusi Polri yang profesional, transparan akuntabel,dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

  2. Pemanfaatan Teknologi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum manfaat dan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta tingkat dan transportasi proses kerja dan terkuat,stabilitas organisasi hal ini sangat penting untuk meraih kepercayaan publik terhadap Polri.

  3. Penguatan Kapasitas SDM, memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi kompleksitas ancaman kemajuan teknologi informasi memperkuat kapasitas sumber daya manusianya untuk mampu menghadapi ancaman keamanan yang bersifat multidimensional Sehingga dalam kapasitas sumber daya manusia yang profesional adaptif,berintegritas dan menguasai teknologi serta orientasi pelayanan tidak hanya mampu menjadi penjaga keamanan, namun juga menjadi pelindung bagi masyarakat dari hakikat ancaman kejahatan

  4. Koleksibilitas dan Adaptabilitas Organisasi, Membangun institusi kepolisian yang modern dan berbasis data (predictive policing) agar responsif terhadap perubahan lingkungan strategis.

  5. Penguatan Legitimasi Publik, Menunjukkan jati diri sebagai abdi masyarakat yang tulus, merespons cepat keluhan warga, dan membangun budaya integritas yang kokoh.

Adapun kegiatan upacara hari bayangkara ke-80 diakhiri dengan doa lintas agama dari para pemuka agama di Belu, yang diikuti seluruh peserta upacara dan tamu undangan sebagai wujud komitmen bersama mengawal kinerja Polri dan memperkuat lintas agama di Kabupaten Belu. (KM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....