Nautika Foundation Luncurkan Program TFCCA untuk Perkuat Konservasi Laut Alor
- 29 Jun 2026 18:53 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Yayasan Nautika Indonesia Prakasa (Nautika Foundation) secara resmi meluncurkan Program "Penguatan Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang di Taman Perairan Kepulauan Alor melalui Konservasi Adaptif Berbasis Teknologi dan Kolaborasi Komunitas" melalui kegiatan Kick-Off Program yang diselenggarakan di Kalabahi, Kabupaten Alor, Senin 29 Juni 2026. Kegiatan ini menandai dimulainya implementasi program selama 18 bulan yang didukung oleh Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA).
Sebelum pelaksanaan Kick-Off tingkat kabupaten, Nautika Foundation telah melaksanakan rangkaian Sosialisasi Program dan Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC) di tiga desa sasaran, yaitu Desa Munaseli (22 Juni 2026), Desa Ternate (23 Juni 2026), dan Desa Alor Besar (24 Juni 2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang lengkap mengenai tujuan, manfaat, potensi risiko, serta rencana pelaksanaan program sebelum memberikan persetujuan secara sukarela.
Proses PADIATAPA dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), nelayan, tokoh adat, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, serta didampingi oleh UPTD Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, Universitas Tribuana Kalabahi, dan Nautika Foundation.
Melalui forum diskusi di tingkat desa, masyarakat tidak hanya menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program, tetapi juga memberikan berbagai masukan terkait kebutuhan pengelolaan kawasan konservasi. Beberapa isu yang mengemuka antara lain pentingnya penguatan kapasitas Pokmaswas, peningkatan sistem pemantauan kondisi laut, akses informasi oseanografi yang mudah dipahami masyarakat, serta perlunya kolaborasi lintas pihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem terumbu karang.
Seluruh masukan tersebut menjadi dasar penyempurnaan rencana implementasi program sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat memiliki komitmen kuat untuk terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Nautika Foundation menyelenggarakan Kick-Off Program dan Forum Multipihak Tingkat Kabupaten yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kabupaten Alor, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, UPTD Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya, Bapperida Kabupaten Alor, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, DPMD, BMKG, Polres Alor, Kodim 1622/Alor, Posal Pulau Alor, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Pokmaswas, Universitas Tribuana Kalabahi, serta berbagai mitra pembangunan.
Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyampaikan hasil pelaksanaan PADIATAPA di tingkat desa, membangun kesamaan persepsi mengenai arah pelaksanaan program, sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi berbasis kolaborasi.
Program TFCCA yang dilaksanakan Nautika Foundation mengusung pendekatan konservasi adaptif berbasis teknologi dan kolaborasi komunitas. Selama 18 bulan ke depan, program akan difokuskan pada pengembangan sistem pemantauan oseanografi berbasis teknologi, penguatan kapasitas Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), peningkatan pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan pengelolaan kawasan, serta penguatan koordinasi multipihak untuk mendukung efektivitas pengelolaan Taman Perairan Kepulauan Alor.
Direktur Nautika Foundation, Hansen Oei dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi ataupun kebijakan, tetapi terutama oleh keterlibatan masyarakat yang hidup berdampingan dengan sumber daya laut setiap hari. "Konservasi akan berjalan efektif apabila masyarakat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus menghadirkan teknologi yang dapat membantu pengelolaan kawasan konservasi secara lebih adaptif, terbuka, dan berbasis data." Ujar Hansen
Melalui dukungan TFCCA dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Nautika Foundation berharap program ini dapat menjadi model pengelolaan kawasan konservasi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan partisipasi masyarakat sehingga mampu menjaga kesehatan ekosistem terumbu karang sekaligus meningkatkan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat pesisir di Kepulauan Alor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....