Minyak Tanah Langka dan Gas Mahal, Penjual Kayu Bakar Raup Keuntungan

  • 26 Jun 2026 07:28 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kelangkaan minyak tanah serta kenaikan harga gas elpiji membawa dampak signifikan, dimana warga yang kesulitan memperoleh minyak tanah beralih ke bahan bakar alternatif.

Hal ini juga berdampak bagi penjual kayu bakar yang mengaku penjualan meningkat sejak minyak tanah sulit diperoleh dipasaran juga meningkatnya harga elpiji.

Salah satu penjual kayu bakar di pasar lolowa Atambua Antonieta yang sering mengambil stok kayu bakar dari wilayah Wedomu dan Aitaman mengatakan dalam sehari dirinya mampu menjual kayu bakar lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa, yang berdampak pada peningkatan penghasilannya.

Lanjutnya, dengan peningkatan penjualan sangat membantu pemenuhan kebutuhan dalam keluarga sekaligus tabungan untuk biaya sekolah anak-anaknya.

“Sekarang banyak yang cari kayu bakar karena minyak tanah susah dan gas mahal. Jadi kami juga ikut terbantu dari sisi penghasilan,” ujar Antonieta pada Kamis 25 Juni 2026.

Ia menambahkan permintaan kayu bakar datang dari berbagai kalangan, terutama dari ibu rumah tangga. Bahkan dalam seminggu kayu dengan tumpukan satu reit ludes terjual.

Mengenai harga untuk perikat ia menjual dengan harga Rp2.000 rupiah, sementara untuk pasokan yang diambil dari wilayah Wedomu dan Aitoun mencapai Rp200.000 rupiah.

Mengenai keuntungan mampu mencapai dari modal awal Rp200.000 rupiah menjadi Rp350.000 - Rp500.000 rupiah karena banyaknya permintaan setiap harinya.

“Kita beli agak jauh tapi karena permintaan tinggi,” satu minggu kita bisa ke Aitaman atau Wedomu sampe 2 atau 3 kali,” ujar Antonieta.

Ia berharap kondisi ini dapat terus memberikan peluang usaha yang digelutinya, meskipun di sisi lain juga memahami bahwa stabilitas ketersediaan bahan bakar tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Memang ini hanya sementara saja tapi kami sangat terbantu,” kata Antonieta.

Selain itu, Ia tidak memungkiri kondisi yang ada terkait kelangkaan minyak tanah meskipun berdampak positif pada hasil usahanya namun, ia menginginkan semua kembali beransur stabil karena ketersediaan bahan bakar minyak tanah tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam mempermudah aktivitas sehari-hari. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....