Thresher Shark Indonesia dan Pemkab Alor Kukuhkan Kelompok Bameti di Desa Alaang
- 25 Jun 2026 19:21 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Thresher Shark Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Alor mengukuhkan Kelompok Perempuan Bameti "Tari Hu Karang" di Desa Alaang, Kecamatan Alor Barat Laut, Kamis 25 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Alaang tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mendukung perikanan berkelanjutan dan pelestarian ekosistem laut.
Pembentukan kelompok ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, khususnya perempuan yang melakukan aktivitas bameti saat air laut surut.
Bameti merupakan aktivitas tradisional masyarakat pesisir untuk mencari berbagai hasil laut seperti kerang, siput, rumput laut, dan biota lainnya. Kegiatan tersebut banyak dilakukan pada kawasan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang memiliki nilai ekologis penting.
Namun, meningkatnya tekanan terhadap sumber daya pesisir serta penggunaan metode yang kurang ramah lingkungan dinilai dapat mengancam kelestarian ekosistem laut. Karena itu, pembentukan kelompok bameti dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong praktik pemanfaatan sumber daya laut yang lebih berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Igo Arianto, mengatakan pembentukan kelompok perempuan bameti merupakan salah satu capaian penting program pemberdayaan masyarakat pesisir yang sedang dijalankan oleh Thresher Shark Indonesia.
Menurutnya, kelompok tersebut akan mendapatkan pendampingan secara intensif agar aktivitas pemanfaatan sumber daya laut dapat dilakukan dengan cara yang lebih ramah lingkungan serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kami mencoba memberikan pendampingan kepada mama-mama yang melakukan aktivitas perikanan di laut agar beralih dari praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan seperti penggunaan akar tuba, potasium maupun tindakan yang merusak karang, menuju aktivitas yang lebih produktif dan berkelanjutan," ujar Igo.
Ia menambahkan keberhasilan kelompok tidak hanya bergantung pada pendampingan yayasan, tetapi juga memerlukan dukungan dan kolaborasi dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat agar kelompok yang telah dibentuk dapat terus berjalan dan berkembang di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kecamatan Alor Barat Laut, Akmin Sahrin, SP., M.Si., menyampaikan bahwa pengukuhan kelompok memberikan legalitas bagi para anggota untuk mengakses berbagai program pemberdayaan yang berasal dari pemerintah maupun lembaga yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan.
"Kelompok Bameti ini diharapkan menjadi salah satu pilar dan contoh bagi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Selain itu, kelompok ini juga membuka akses terhadap bantuan permodalan, kelembagaan, serta berbagai program pemerintah yang akan datang," kata Akmin Sahrin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, Mesak Blegur, S.Pi., memberikan apresiasi kepada Thresher Shark Indonesia yang terus mendukung upaya pelestarian sumber daya laut melalui program edukasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Alor.
"Mama-mama tetap bisa melakukan bameti, tetapi metode yang digunakan harus ramah lingkungan. Penggunaan akar tuba, pengambilan biota kecil secara berlebihan, maupun tindakan yang merusak karang harus ditinggalkan agar sumber daya laut tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang," Kata Mesak Blegur.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan susunan pengurus Kelompok Perempuan Bameti "Tari Hu Karang" yang terdiri dari Ketua Hana Diana Wetang Halung, Sekretaris Yakomina Moll, dan Bendahara Dina Mariana Halajahi. Adapun anggota kelompok yakni Yane Boin Aneta Lelang, Sara Yakobet Balol, Marsalina Maro, Bildat Todadjahi, Fiktoriana Oill, Oce Djaha, dan Yumina Darlena Moll.
Melalui pembentukan Kelompok Perempuan Bameti Tari Hu Karang, diharapkan upaya pelestarian ekosistem pesisir dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari sumber daya laut di Desa Alaang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....