Ribuan Penari Siap Tampil di Festival Fulan Fehan IV, "Tarian untuk Persahabatan"

  • 24 Jun 2026 16:05 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Ribuan penari yang akan ambil bagian dalam Festival Fulan Fehan 2026 siap untuk menampilkan pertunjukan kolosal yang memadukan kekayaan budaya lokal Kabupaten Belu dengan sentuhan koreografi modern. Festival yang menjadi salah satu agenda budaya unggulan di perbatasan Indonesia-Timor Leste ini mengusung tema "Tarian untuk Persahabatan".

Penampilan para penari akan dikemas dalam sebuah pertunjukan seni yang memadukan musik tradisional, tarian daerah, dan koreografi yang dirancang selaras dengan potensi budaya yang dimiliki Kabupaten Belu. Ribuan penari akan menampilkan harmoni gerak dan musik yang menggambarkan semangat persahabatan, kebersamaan, serta identitas budaya masyarakat Belu.

Koreografer Festival Fulan Fehan 2026, Eko Supendi, mengatakan seluruh rangkaian tarian kolosal telah dipersiapkan secara matang tanpa menghilangkan nilai-nilai autentik dari tarian tradisional Belu. Beberapa tarian khas yang menjadi inspirasi utama dalam pertunjukan tersebut antara lain Likurai, Bidu Kikit, Antama, dan Atsoke.

Menurut Eko, konsep koreografi tahun ini tidak sekadar menampilkan bentuk asli tarian tradisional secara utuh, tetapi mengembangkannya melalui pendekatan performatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan panggung pertunjukan berskala besar.

"Kami tidak memindahkan Likurai secara utuh atau Antama secara utuh ke atas panggung. Kami mencoba menghadirkan aspek-aspek pemanggungan yang lebih kuat, mulai dari pola lantai, komposisi gerak, hingga penyesuaian dengan musik yang diciptakan oleh komposer. Namun semuanya tetap berangkat dari potensi budaya yang ada di Kabupaten Belu,"Ujar Eko Rabu 24 Juni 2026

Ia menambahkan, pengembangan gerak dilakukan dengan tetap menghormati akar budaya lokal. Pola-pola gerakan tradisional dipadukan dengan kreasi baru sehingga menghasilkan pertunjukan yang menarik, dinamis, dan mampu dinikmati oleh berbagai kalangan tanpa menghilangkan identitas budaya daerah.

Lebih lanjut, Eko mengungkapkan bahwa konsep tarian pada Festival Fulan Fehan tahun ini berbeda dibandingkan pelaksanaan festival pada tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut disesuaikan dengan tema besar yang diusung, yakni "Tarian untuk Persahabatan".

Melalui perpaduan tarian dan musik yang ditampilkan, para pelaku seni berharap pesan persahabatan dapat tersampaikan kepada seluruh masyarakat dan pengunjung yang hadir. Tema tersebut juga diharapkan menjadi simbol penguatan hubungan sosial, budaya, dan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang hidup di kawasan perbatasan.

Festival Fulan Fehan 2026 sendiri diproyeksikan menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Belu yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan melibatkan ribuan penari dan berbagai unsur seni budaya lokal, festival ini diharapkan semakin memperkuat posisi Fulan Fehan sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Nusa Tenggara Timur.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Festival Fulan Fehan juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan warisan budaya daerah melalui berbagai kreasi seni yang tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....