Festival Fulan Fehan Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Penguatan Persaudaraan
- 24 Jun 2026 10:59 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Pemerintah Kabupaten Belu akan menyelenggarakan Festival Fulan Fehan IV tahun 2026 pada 27 Juni yang mengusung tema “Dance for Friendship”. Festival yang menjadi salah satu agenda budaya unggulan di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, di wilayah Kecamatan Lamaknen dan kawasan wisata Fulan Fehan.
Bupati Belu Willy Brodus Lay menegaskan bahwa pelaksanaan Festival Fulan Fehan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal, pembangunan sumber daya manusia, serta penguatan persaudaraan di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Dalam penyampaiannya, Bupati Belu mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival, mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga masyarakat yang terlibat dalam berbagai persiapan kegiatan.
Menurutnya, Festival Fulan Fehan melibatkan banyak elemen masyarakat dan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Belu kepada generasi muda.
“Melalui festival ini kita ingin memberikan rasa percaya diri dan kebanggaan kepada masyarakat Belu, terutama anak-anak sekolah. Mereka diajak tampil dan mengenal kembali budaya daerah melalui berbagai tarian tradisional seperti Likurai, Antama, dan Kikit,”ujarnya Rabu 24 Juni 2026 disela-sela pelantikan Pj.Sekda Belu.
Bupati mengakui masih ada pihak yang mempertanyakan penyelenggaraan festival dan menilai kegiatan tersebut sebagai pemborosan anggaran. Namun ia menegaskan bahwa investasi pada pelestarian budaya dan pembangunan karakter masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari upaya menjaga identitas budaya yang menjadi jati diri masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah tarian tradisional khas Belu yang saat ini mulai jarang ditampilkan dan terancam dilupakan oleh generasi muda. Karena itu, Festival Fulan Fehan menjadi wadah untuk menghidupkan kembali berbagai kesenian tradisional tersebut agar tetap dikenal dan diwariskan.

“Kalau tarian-tarian ini tidak terus dipentaskan, suatu saat generasi mendatang hanya akan membaca bahwa Belu pernah memiliki tarian Likurai, Antama, dan Kikit tanpa pernah melihat atau mempelajarinya secara langsung,” katanya.
Selain aspek budaya, festival yang digelar di kawasan wisata Fulan Fehan itu juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan persaudaraan antar wilayah dan antar negara di kawasan perbatasan.
Bupati menjelaskan bahwa melalui pendekatan budaya dan persahabatan, berbagai pihak dari tingkat daerah hingga nasional dapat berkumpul dan berinteraksi dalam suasana yang harmonis.
Menurutnya, kebudayaan memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat serta membangun hubungan yang lebih baik dibandingkan pendekatan formal semata.
“Festival ini adalah festival persaudaraan. Kita merajut kebersamaan di tanah perbatasan sehingga hubungan antar masyarakat semakin erat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai terjalinnya hubungan baik di wilayah perbatasan juga akan berdampak pada terciptanya situasi keamanan yang kondusif. Dengan adanya persahabatan dan komunikasi yang baik antar masyarakat, potensi konflik dapat diminimalisir sehingga biaya yang harus dikeluarkan untuk pengamanan dapat ditekan.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk melihat Festival Fulan Fehan sebagai investasi jangka panjang dalam pelestarian budaya, penguatan identitas daerah, pembangunan sumber daya manusia, serta menjaga keharmonisan dan keamanan di wilayah perbatasan.
Festival Fulan Fehan sendiri akan berlangsung dengan melibatkan ribuan peserta dan menampilkan berbagai atraksi budaya khas Belu yang menjadi simbol kekayaan tradisi masyarakat perbatasan. Acara tersebut diharapkan menjadi ruang promosi budaya sekaligus memperkuat citra Kabupaten Belu sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan keberagaman budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....