Minyak Tanah Langka, Alternatif Warga Belu Beralih ke Penggunaan Kayu Bakar
- 24 Jun 2026 16:06 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah dan kenaikan harga gas imbasnya warga yang sebelumnya bergantung pada minyak tanah maupun gas untuk kebutuhan memasak kini terpaksa beralih menggunakan kayu bakar sebagai alternatif.
Warga Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan Markus Bau mengaku kesulitan mendapatkan minyak tanah baik di pangkalan hingga ke pengecer kondisi ini memaksa mencari solusi lain agar aktivitas memasak tetap berjalan.
“Kondisi sekarang minyak tanah sulit didapatkan, apalagi tingkat pengecer harga per liter Rp10-Rp12.500 rupiah,” ucap Markus Bau.
Ia menambahkan peralihan ke kayu bakar menjadi solusi sementara, namun tidak menjadi solusi utama karena harga kayu yang ada juga mengalami kenaikan nilai jual untuk saat ini.
Lanjutnya untuk sementara, kayu bakar menjadi pilihan utama yang paling realistis bagi masyarakat dalam menghadapi kelangkaan minyak tanah.
“Untuk kayu bakar saat harga perikat Rp2.000 rupiah, untuk 1 truk itu mencapai Rp400.000-Rp450.000 rupiah,” ujar Markus Bau.
Kondisi yang ada ia menginginkan ketersediaan minyak tanah dapat kembali normal sehingga tidak lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar.
“Sementara kita pakai kayu bakar untuk memasak air panas mungkin sudah hampir 3 minggu lebih, kalo masak sayur masih pake minyak tanah,” ucap Markus Bau.
Selain itu dirinya juga mengapresiasi langkah strategis yang diambil pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Belu yang melaksanakan operasi minyak tanah, dengan langkah ini ia bersama keluarga mampu memperoleh minyak tanah dengan harga yang murah untuk aktivitas memasak dirumah.
“Tentunya pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan yang baik, tapi kalo bisa saya titipkan pesan pengecer yang jual dengan harga tinggi tertibkan juga biar kami semua hanya bisa beli di agen atau pangkalan saja, pasti hargany tetap Rp4.000 ribu rupiah,” kata Markus Bau.
Ia berharap kondisi ini tidak berlangsung lama dan distribusi minyak tanah dapat kembali normal, sehingga aktivitas rumah tangga dapat berjalan seperti biasa tanpa harus menghadapi kesulitan yang berkepanjangan. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....