Lindungi Korban Kekerasan, DP3AP2KB Belu Hadirkan Rumah Aman

  • 17 Jun 2026 07:14 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Belu Maria Sabina Mau Taek, M.Pd menyampaikan sebagai bentuk perlindungan bagi korban kekerasan khususnya perempun dan anak telah menghadirkan rumah aman.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap masih ditemukannya kasus kekerasan di wilayah Kabupaten Belu yang membutuhkan penanganan cepat, aman, dan terpadu bagi para korban.

Ia mengatakan bahwa rumah aman menjadi salah satu fasilitas penting dalam memberikan perlindungan sementara bagi korban yang membutuhkan tempat perlindungan dari ancaman atau tekanan pelaku.

“Untuk rumah sendiri berada di Kecamatan Atambua Barat, kita menyediakan segala fasilitasnya juga pendampingan agar korban benar-benar aman dari segala hal dan tekanan,” ujar Sabina Mau Taek pada Senin 15 Juni 2026.

Menurutnya, rumah aman tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga sebagai ruang pemulihan bagi korban agar dapat kembali mendapatkan rasa aman dan kepercayaan diri.

Selain menyediakan tempat perlindungan, pihak DP3AP2KB juga memberikan layanan pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta dukungan sosial bagi korban agar proses pemulihan dapat berjalan secara optimal.

Ia menjelaskan bahwa penanganan korban kekerasan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, serta lembaga sosial lainnya.

DP3AP2KB Belu juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan kekerasan dan keberadaan layanan pengaduan yang dapat diakses oleh masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk tidak takut melapor jika mengetahui atau mengalami tindak kekerasan, karena identitas pelapor akan dijaga dan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Kepala DP3AP2KB berharap keberadaan rumah aman ini dapat memberikan rasa perlindungan bagi korban sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan angka kekerasan di Kabupaten Belu. Dengan adanya dukungan dari semua pihak, diharapkan Belu dapat menjadi daerah yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.(KM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....