Harga BBM Pertamax Naik, Warga Belu Kesulitan Peroleh BBM Pertalite

  • 11 Jun 2026 15:49 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax berdampak pada ketersediaan BBM bersubsidi di daerah termasuk di Kabupaten Belu. Pengendara mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU ditengah melimpahnya BBM jenis Pertamax.

‎Penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) sejak 10 Juni 2026 menyebabkan harga Pertamax (RON 92) naik signifikan menjadi sekitar Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia serta penyesuaian harga keekonomian.

Salah satu pengendara Lius mengaku cukup kesulitan memperoleh BBM jenis pertalite sehingga mengisi Pertamax agar tidak menghambat aktivitasnya.

Dirinya mempertanyakan kondisi ini cukup menjadi sorotan karena kenaikan harga pertamax malah mempengaruhi stok ketersediaan pertalite, imbasnya sebagai pengendara harus mengeluarkan uang lebih untuk mengisi.

“ Kita tahu BBM naik karena ekonomi global yang belum stabil, namun perlu dipertanyakan kenapa Pertamax melimpah tapi Pertalite sulit didapatkan,” kata Lius pada Kamis 11 Juni 2026

Senada salah satu pengendara lainnya Yanto menyampaikan kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite di SPBU mulai dirasakan sejak beberapa hari terakhir, ditengah banyaknya ketersediaan Pertamax.

Ia mengaku harus datang lebih pagi atau mencari SPBU lain untuk mendapatkan Pertalite. Kondisi ini dinilai menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kendaraan bermotor.

“Kadang-kadang datang harus lebih awal, awal juga sama saja nanti bilang habis jadi harus pindah dan cari ke tempat yang lain,” kata Yanto.

Selain itu dirinya juga menyoroti terkait maraknya pengepul BBM yang hadir seakan menjadi “Raja Kecil Pertamina” imbasnya mempengaruhi pada ketersediaan stok karena tanki modifikasi yang dilakukan.

Menurutnya juga tidak terdapat tindakan tegas, dilarang atau pembatasan pengendara lain akan semakin kesulitan memperoleh BBM Subsidi Pertalite.

“Pertalite kosong juga karena pengepul minyak dengan tanki modifikasi terlalu banyak namun dibiarkan, sangat disayangkan sekali jika tidak terdapat tindakan yang tegas,” ujar Yanto

Ia berharap segara terdapat solusi cepat dari pihak terkait agar pasokan pertalite kembali normal dan aktivitas ekonomi tidak terganggu.(KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....