Wereng Sangit Menyerang Pertanaman Padi di Belu Produksi Panen Menurun

  • 05 Jun 2026 16:47 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua-Hama walang sangit pada pertanaman padi, masih menjadi persoalan dihadapi warga tani penggarap lahan basah persawahan di wilayah Kelurahan Tulamalae Kabupaten Belu.

Serangan hama walang sangit pada pertanaman padi menyebabkan panen petani di musim tanam tahun ini menjadi sedikit berkurang.

Warga tani penggarap lahan basah persawahan di wilayah Kelurahan Tulamalae Marten saat ditemui Kamis pagi mengatakan, untuk musim tanam 1 (MT 1) lahan yang ditanami 35 are. Dari cakupan luas tanam dimaksud sekitar 7 pematang terserang hama penyakit.

“Curah hujan cukup mendukung hasil panen baik, hanya ada hama walang sangit serang pertanaman padi. Karena terserang saat panen dipisahkan biar gampang saat rontok,” kata Marten saat dismabangi rri.co.id Kamis 4 Juni 2026.

Walang sangit menyerang tanaman padi dengan cara menghisap cairan tangkai bunga serta bulir padi pada fase pengisian bulir dan pemasakan bulir sehingga pengisian bulir padi tidak sempurna. Bahkan seringkali menyebabkan bulir padi hampa.

Seperti yang terjadi di lahan tanam milik petani Kelurahan Tulamalae akibat serangan hama walang sangit bulir padi yang sudah dipanen kebanyakan tidak berisi atau bulit hampa.

Kondisi yang ada menyebabkan petani cukup merugi dengan produksi hasil panen berkurang.

Mengatasi serangan hama walang sangit upaya dilakukan berupa penyemprotan obat pestisida.

“Sedikit merugi panen berkurang dikarenakan dari 35 are sekitar 7 pematang terserang hama. Hamper semua lahan sawah terserang hama walang sangit pengerak batang. Upaya kita lakukan penyemprotan,” ucapnya.

Ia menjelaskan untuk musim tanam tahun ini walaupun di tengah ancaman hama penyakit, untuk produksi hasil panen petani di Kelurahan Tulamalae terbilang baik. Curah hujan turun terlambat di musim tanam tahun ini namun intensitas hujan berkepanjangan mendukung produksi hasil panen petani.

Hitung-hitungan dari luas lahan tanam 35 are Ia bisa memperoleh kurang lebih 30an karung gabah kering panen. Hasil yang ada tidak untuk dijual disimpan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....