Lapas Kelas IIB Kefamenanu Dukung Ketahanan Pangan Tanam Jagung 1 Hektar dan Berda

  • 03 Jun 2026 14:44 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Lapas Kelas IIB Kefamenanu ikut bergerak mendukung program ketahanan pangan nasional dari Pemerintah. Caranya adalah memanfaatkan lahan kosong milik Lapas seluas 1 hektar untuk ditanami jagung, sekaligus memberdayakan warga sekitar Kelurahan Kefa Selatan. Penanaman berlangsung pada Rabu 3 Juni 2026 dan didukung sepenuhnya oleh penyuluh pertanian Kecamatan Kota Kefamenanu

Kepala Rutan, melalui Yoktan Soleman Bani, S.H, selaku Kepala Sub seksi Pengelolaan Rutan Kefamenanu saat diwawancarai awak media menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Muhammad Tri Cahyono dan beberapa warga. Ke depan Rutan Kefamenanu juga akan mengatur beberapa pegawai supaya membantu pembersihan pada lahan tersebut.

Menurut Yoktan bahwa untuk tahap pertama pihaknya memutuskan untuk menanam lahan kosong itu dengan tanaman pangan jenis jagung hibrida. Karena pihaknya memiliki keterbatasan soal tenaga kerja sehingga tidak bisa menanam hortikultura atau jenis tanaman umur pendek yang butuh perawatan ekstra. Sedangkan tanaman jagung hibrida, tahan terhadap cuaca panas pada musim MT2 dan perawatannya mudah", kata Yoktan.

"Jadi kami menanam jagung pada lahan Rutan Kelas IIB Kefamenanu dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional. Sebab Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan walaupun terbatas soal tenaga kerja tetapi Kemeninpas menuntut supaya insan Rutan harus meningkatkan ketahanan pangan. Sehingga Rutan Kefamenanu walaupun tenaga kerja apa adanya tetapi terus menggenjot produksi tanaman pangan khususnya jagung", ujar Yoktan.

Ia menambahkan bahwa Rutan Kefamenanu memiliki banyak lahan sehingga harus dimanfaatkan. Pihaknya menargetkan produksi jagung pada lahan di Kefa Selatan mencapai 10 ton, karena luas lahan tersebut mencapai 1,5 hektar.

Sementara penyuluh pertanian yakni Hendrika Maria Laki, menyampaikan bahwa pihaknya menyarankan kepada pengelola lahan yakni, Muhammad Tri Cahyono dan beberapa warga supaya menanam jagung hibrida varietas Nusa Timur 77 atau Nusa 01. Karena jagung tersebut memiliki produktivitas yang tinggi dan tahan terhadap panas. Tujuannya adalah mensukseskan swasembada pangan", ujar Maria.

Karena itu, saat ini bersama Karutan yang diwakili oleh Yoktan Soleman Bani dan rekan serta para penyuluh Pertanian dari Kecamatan Kota Kefamenanu kita melakukan pendampingan supaya mulai menanam jagung hibrida varietas Nusa Timur. Sebab saat ini terjadi El Nino sehingga iklimnya terkadang hujan dan terkadang panas. Namun varietas jagung hibrida memiliki keunggulan karena tahan terhadap panas dan produktivitasnya tinggi", kata Maria.

"Benar bahwa saat ini sudah musim panas, tetapi di lahan tersebut tersedia 1 unit sumur bor sehingga jagung dimaksud tidak akan kekurangan air. Sehingga kita menargetkan panen pada 3 bulan ke depan, dengan estimasi hasil 10 ton pipil jagung kering", ujar Maria penuh semangat.

Sementara Muhammad Tri Cahyono, yang merupakan pengusaha warung makan menyampaikan bahwa pihaknya memilih menanam jagung hibrida sebagai bentuk motivasi dan contoh. Agar masyarakat dalam Kota Kefamenanu yang memiliki lahan kosong harus dioptimalkan dan tentunya akan menghasilkan uang. Karena itu, ia mengajak beberapa pemuda yang berdekatan dengan lahan pertanian milik Rutan Kefamenanu supaya menanam", kata Cahyono.

"Sebelumnya kami tanam berbagai jenis sayuran seperti Paria, Patola, jagung manis. Banyak masyarakat Kota meminatinya karena mereka datang ke kebun dan memetiknya sendiri. Selain itu, kebun ini berdekatan dengan pasar baru Kefamenanu sehingga memudahkannya untuk berjualan komiditas yang dihasilkan", ujar Cahyono (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....