Pemkab Alor Ajak Masyarakat Kampanyekan Pola Hidup Sehat
- 29 Mei 2026 06:27 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Pemerintah Kabupaten Alor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengkampanyekan pola hidup sehat serta memerangi kebiasaan merokok di kalangan generasi muda. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Anti Tembakau yang digelar bersama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan Dinas Kesehatan Kabupaten Alor dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Alor untuk membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini agar generasi muda Alor dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, peningkatan angka harapan hidup harus dibarengi dengan pola hidup sehat agar generasi muda mampu menjadi kekuatan pembangunan daerah di masa depan. Ia menilai kebiasaan merokok di kalangan remaja dapat menghambat tercapainya target pembangunan sumber daya manusia yang sedang dipersiapkan pemerintah.
“Jangan sampai angka harapan hidup meningkat tetapi pola hidup masyarakat tidak sehat. Itu akan mengganggu target pembangunan sumber daya manusia yang sudah kita siapkan,” kata Melkisedek Bely saat membuka kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Alor juga mengapresiasi keterlibatan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Dinas Kesehatan, serta berbagai pihak yang terus melakukan edukasi bahaya rokok kepada generasi muda. Kampanye hidup sehat diharapkan tidak hanya dilakukan saat peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tetapi terus digelorakan melalui sekolah, gereja, dan lingkungan masyarakat.
Dalam kesempatan itu disampaikan bahwa kebiasaan merokok di kalangan remaja saat ini semakin memprihatinkan karena banyak anak muda menganggap rokok sebagai simbol kedewasaan dan pergaulan. Padahal, rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak kesehatan fisik maupun mental.
Berdasarkan hasil survei Yayasan Jantung Indonesia tahun 2025, sebagian besar remaja mulai merokok karena pengaruh teman sebaya. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bersama yang membutuhkan perhatian serius dari keluarga, sekolah, gereja, dan pemerintah dalam membina generasi muda.
“Pemerintah sedang menyiapkan masa depan anak-anak yang luar biasa. Tetapi bagaimana mereka bisa mencapai cita-cita kalau mereka hidup dengan kebiasaan merokok dan pola hidup yang tidak sehat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Alor berharap gerakan anti tembakau dapat menjadi momentum bersama untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat. Generasi muda Alor diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas demi mendukung pembangunan daerah di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....