Rayakan Idul Adha, Ketua MUI Belu Tekankan Tiga Makna Penting Berkurban
- 27 Mei 2026 19:14 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Belu berlangsung khidmat dan penuh makna. Momentum tahunan umat Islam ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga sebagai sarana refleksi diri dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belu Haji Abdullah Belajam menyampaikan Idul Adha mengandung nilai-nilai spiritual yang mendalam. Ia mengajak seluruh umat Muslim untuk tidak hanya menjalankan ibadah kurban secara ritual, tetapi juga memahami esensi yang terkandung di dalamnya.
Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang harus dimaknai dalam perayaan Idul Adha. Pertama adalah ketakwaan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Ketakwaan ini tercermin dari ketaatan umat Muslim dalam melaksanakan ibadah,
Makna kedua yang ditekankan adalah memahami perintah Allah SWT secara mendalam. Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai bentuk ketaatan yang luar biasa terhadap perintah Allah, meskipun perintah tersebut sangat berat untuk dilaksanakan.
Makna ketiga adalah restu atau keikhlasan. Ketua MUI Belu menekankan bahwa keikhlasan menjadi kunci utama dalam setiap amal ibadah.
“Itulah sesungguhnya makna dari hari raya Idul kurban,” ucap Ketua MUI Belu Abdullah Belajam, pada Rabu 27 Mei 2026
Ia juga menambahkan bahwa keikhlasan dalam berkurban dapat diwujudkan melalui niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan dari manusia. Dengan keikhlasan, ibadah kurban akan menjadi lebih bermakna dan membawa keberkahan.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh masyarakat Belu untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Dirinya juga menekankan untuk terus memperkuat dan mempererat toleransi di Kabupaten Belu kota perbatasan.
Perayaan Idul Adha diharapkan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk terus meningkatkan kualitas iman, ketakwaan, dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, nilai-nilai luhur Idul Adha dapat terus terjaga dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....