Gubernur NTT Serahkan Sebanyak Empat Sapi Kurban untuk Warga Muslim di Belu

  • 27 Mei 2026 19:17 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah 2 NTT, Dominikus Paulus Kolin, ST., MM menyerahkan bantuan hewan kurban berupa sapi kepada Pengurus Masjid Hidayatullah Pasar Baru Atambua, Rabu, 27 Mei 2026. Penyerahan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah tahun 2026, sebagai wujud perhatian dan dukungan pemerintah provinsi terhadap pelaksanaan ibadah kurban serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Belu.

Acara penyerahan ini dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu, Drs. Nikolaus Umbu K. Birri, MM serta undangan lainnya.

Paul Kolin saat membacakan sambutan menyampaikan melalui Idul Adha kita diingatkan bahwa ini bukan sekadar tradisi menyembelih hewan, melainkan momen mengingat ketaatan Nabi Ibrahim serta makna pengorbanan yang tulus, melepaskan ego, dan mengutamakan kepentingan sesama.

“Kurban adalah tentang berbagi di saat kita mampu, peduli di saat orang lain kekurangan, dan berkorban untuk masa depan bersama,” katanya.

Selanjutnya, disampaikan empat pesan penting bagi masyarakat NTT dalam merayakan Idul Adha tahun ini. Pertama, jadikan momen ini untuk memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Semangat “nasi bungkus” atau berbagi apa yang dimiliki, sekecil apapun, menjadi identitas masyarakat NTT.

“Kepada seluruh Bupati dan Wali Kota, diminta memastikan distribusi kurban tepat sasaran, terutama bagi warga di daerah terpencil, keluarga kurang mampu, panti asuhan, serta mereka yang terdampak bencana atau gagal panen, dengan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Kedua, Idul Adha menjadi pengingat pentingnya menjaga amanah dan integritas dalam melayani masyarakat, sebagaimana keteguhan hati Nabi Ibrahim dalam menaati perintah Tuhan.

Ketiga, terus merawat dan menjaga kerukunan antar umat beragama yang menjadi kekuatan utama NTT yang dikenal sebagai laboratorium kerukunan nasional maupun internasional. Keberagaman yang hidup berdampingan, saling menghormati, dan saling membantu adalah kekayaan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Keempat, mengaitkan semangat kurban dengan pembangunan kemandirian pangan dan ekonomi daerah. NTT memiliki potensi besar di sektor peternakan, dan momen ini diharapkan menjadi pendorong bagi peternak lokal untuk semakin produktif serta memiliki akses pasar yang lebih luas. Pemerintah kabupaten/kota juga diharapkan memperkuat pendampingan teknis bagi para peternak.

Dalam pesannya juga ditegaskan bahwa pembangunan NTT memerlukan kerja sama seluruh pihak dari 22 kabupaten/kota, di mana perbedaan wilayah, suku, dan agama bukanlah pemisah, melainkan kekuatan jika dikelola dengan bijak.

“Di hari yang suci ini, juga saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan pemerintah, serta ajakan untuk memulai lembaran baru dengan hati yang lebih bersih dan semangat yang lebih kuat,” tandasnya.

Sebagai penutup acara, Dominikus Paulus Kolin membacakan pantun yang menggambarkan keindahan budaya dan kebersamaan: “Pergi ke pasar beli tenun ikat, Motifnya indah penuh makna, Bapak Melky Johny hadir menguatkan, Sapi Kurban ini untuk semua.”

Bantuan sapi kurban tersebut kemudian diserahkan secara langsung kepada pengurus Masjid Hidayatullah Pasar Baru Atambua untuk selanjutnya disembelih dan dagingnya dibagikan kepada para jamaah dan masyarakat yang berhak menerimanya, menjadikan semangat berbagi itu nyata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Belu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....