KTH Duyang Abbang Teddi Optimistis Hasilkan 150 Ton Jagung dari Lahan FAPE-PS

  • 25 Mei 2026 06:56 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Program Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) di Desa Aramaba, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Melalui pengembangan tanaman jagung yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) Duyang Abbang Teddi, hasil panen tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar 150 ton.

Kepala Desa Aramaba, Efa Sukardi Magang Sau, mengatakan program yang dijalankan melalui skema Perhutanan Sosial tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dukungan itu datang dari sektor pertanian dan sejumlah program pemerintah yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Menurut Efa, kawasan yang dimanfaatkan dalam program FAPE-PS mencapai sekitar 50 hektare dengan lahan garapan yang tersebar di sejumlah lokasi milik masyarakat. Dari total luasan tersebut, sekitar 20 hektare telah masuk dalam perhitungan produksi panen tahun ini.

“Dalam catatan kami, dari sekitar 20 hektare yang dipanen kali ini akan menghasilkan kurang lebih 150 ton jagung,” kata Efa kepada rri.co.id, Sabtu

24 Mei 2026.

Ia menjelaskan pemerintah telah mengalokasikan bantuan berupa benih, obat-obatan pertanian, biaya tenaga kerja, serta peralatan pendukung dengan nilai mencapai Rp350 juta hingga Rp400 juta. Dukungan tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian masyarakat.

Dengan produksi yang diperkirakan mencapai 150 ton, nilai perputaran ekonomi masyarakat diproyeksikan meningkat hingga sekitar Rp800 juta. Angka tersebut dinilai menjadi peluang bagi petani untuk memperkuat usaha tani sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Efa berharap hasil panen yang diperoleh masyarakat tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga disisihkan sebagai modal usaha pada musim tanam berikutnya. “Harapan kami, petani dapat membeli benih dan kebutuhan produksi secara mandiri sehingga ke depan ketergantungan terhadap bantuan pemerintah semakin berkurang,” ujar Efa

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....