Lapas Atambua Gendeng Kemenag Dampingi Warga Binaan
- 22 Mei 2026 05:41 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus berkomitmen penuh dalam menyelenggarakan program rehabilitasi yang menyentuh aspek terdalam dari para Warga Binaan. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah dengan mengoptimalkan program pembinaan kerohanian. Upaya ini dilakukan sebagai strategi holistik untuk memulihkan sikap, mental, dan tindakan para warga binaan dengan cara mendekatkan diri mereka kembali kepada Sang Pencipta.
Untuk mewujudkan misi mulia tersebut, Lapas Atambua menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belu dalam sebuah kegiatan bimbingan spiritual bersama yang dilaksanakan pada Kamis 21 Mei 2026 pukul 09.00 WITA. Melalui kolaborasi ini, pihak Lapas memfasilitasi ruang bagi para warga binaan untuk melakukan refleksi diri dan mempertebal keimanan di tengah masa pidana yang sedang mereka jalani.
Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa menegaskan bahwa esensi dari pemasyarakatan bukan sekadar penjatuhan sanksi hukum, melainkan sebuah proses pemulihan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan. Pembinaan spiritual dinilai sebagai fondasi paling mendasar dalam proses perubahan perilaku. Ketika seorang warga binaan memiliki kedekatan emosional dan spiritual dengan Tuhan, kesadaran akan kesalahan masa lalu akan tumbuh secara alami, yang kemudian diikuti oleh perubahan tindakan nyata ke arah yang lebih positif.
Bersama penyuluh dari Kemenag Belu, para warga binaan diajak untuk menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang berakar pada ajaran agama. Di sela-sela kegiatan, perwakilan Penyuluh Agama dari Kemenag Kabupaten Belu, Scilastika Peong menyampaikan bahwa bimbingan ini dirancang khusus dengan pendekatan persuasif, bukan ceramah yang menghakimi.
"Kami datang bukan untuk menggurui, melainkan menemani saudara-saudara kita di sini untuk menemukan kembali kedamaian hati. Kami meyakini bahwa setiap manusia pernah keliru, namun pintu pertobatan dan perbaikan diri selalu terbuka lebar bagi mereka yang mau kembali bersujud kepada Sang Pencipta," ujar Lasti.
Sentuhan kerohanian ini rupanya memberikan dampak emosional yang mendalam bagi para peserta. Salah seorang warga binaan. Dedy bahan yang mengikuti kegiatan dengan khusyuk, mengaku merasakan ketenangan yang berbeda setelah mengikuti siraman rohani dan doa bersama tersebut.
"Berada di dalam Lapas ini awalnya membuat saya merasa kehilangan arah dan dipenuhi rasa bersalah. Namun, lewat pembinaan agama yang rutin seperti ini, perlahan mental saya dipulihkan. Saya diingatkan kembali untuk selalu melibatkan Tuhan dalam setiap pertobatan dan langkah hidup saya ke depan," kata Dedy.
Kegiatan pembinaan ini ditutup dengan momen doa bersama yang mengharukan. Melalui doa yang dipanjatkan, Lapas Atambua berharap intervensi berbasis kerohanian ini dapat secara konsisten menjadi lentera bagi para warga binaan untuk keluar dari masa lalu yang kelam, memulihkan perilaku mereka seutuhnya, dan siap kembali ke tengah masyarakat sebagai manusia baru yang bertakwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....