Nelayan Belu Ditengah Kesibukan Melaut Perbaiki Perahu yang Rusak Secara Mandiri

  • 21 Mei 2026 13:24 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Ketiadaan sarana tangkap bantuan pemerintah warga nelayan Kabupaten Belu terpaksa menambal perahu rusak untuk tetap bisa digunakan.

Hal ini seperti dilakukan warga nelayan desa Dualaus Kabupaten Belu Yohanes Manek di tengah kesibukan melaut mencari tangkapan ikan harus bisa berbagi waktu bekerja menambal perahu.

Ditemui rri.co.id Selasa 19 Mei 2026 Yohanes Manek mengatakan perahu yang ada merupakan perahu dayung satu satunya setiap hari ia gunakan masuk melaut mencari tangkapan ikan. Dikarenakan sudah usang termakan usia, beberapa bagian bodi perahu mulai bocor sehingga harus ditambal.

Pantauan rri.co.id Selasa 19 Mei 2026 bapak Yohanes sementara melakukan proses tambal secara sederhana menggunakan lem perekam bercampur semen putih. Bagian bocor ditutupi dengan adukan semen bercampur lem cukup merata sehingga bisa Kembali digunakan.

"Dayung saja cari ikan tembang. Ada bagian bocor tambal dulu. Pernah buat proposal ajukan ke pemerintah tapi nelayan lain yang dapat bantuan, bertahan dengan perahu lama ini saja namanya juga pekerjaan," kata Yohanes saat disambangi Selasa pagi.

Perahu kecil tersebut sudah cukup usia dibuat tahun 1999 silam, banyak bagian bodi kayu mulai rusak. Dari perahu kecil tersebut bapak Yohanes menggantungkan hidup saban hari bekerja sebagai nelayan mencari ikan.

"Pakai perahu tiap hari dayung cari ikan tembang sekitar pesisir saja. Kadang dapat lumayan bisa jual juga untuk makan, namanya juga nelayan sambung hidup," ucapnya.

Padahal cukup beresiko menginjak usia 68 tahun masih melaut mendayung perahu memecah ombak laut. Aktifitas dilakukan cukup menguras tenaga, rentan terjatuh sakit belum lagi ancaman tersapu gelombang pasang air laut.

Patut mendapat perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan sarana tangkap memadai sehingga memudahkan saat melaut mencari tangkapan ikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....