Nelayan Belu Menjaring Ikan ke Perairan Alor Berhitung Cermat Biaya BBM

  • 19 Mei 2026 17:12 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Warga nelayan Atapupu Kabupaten Belu cukup cermat berhitung untuk aktifitas menjaring ikan di laut.

Di bulan Maret-April kondisi laut belum begitu berpihak ke nelayan Belu. Adanya tiupan angin kencang dan ancaman gelombang pasang hasil tangkapan masih terbilang sedikit.

Begitu pun saat ini keberadaan ikan sekitar pesisir pantai utara Belu belum begitu banyak, gerombolan ikan migrasi ke perairan Alor-NTT sehingga untuk menjaring ikan harus bertolak ke perairan Alor.

Warga nelayan desa Dualaus Belu Martinus Mau kepada rri.co.id mengatakan dalam dua pekan terakhir warga nelayan Atapupu menjaring ikan hingga ke perairan Alor. Jenis ikan kombong, tembang, nipi terjaring pukat nelayan, hasil tangkapan pun di jual ke pasar Atambua.

Sementara untuk perairan Atapupu Belu mempertimbangkan kondisi iklim memasuki musim kemarau belum banyak ikan, palingan bulan Juni mulai banyak hasil tangkapan.

"Atapupu masih sedikit ikan. Hitung-hitungan bulan Juni ikan mulai banyak. Sekarang ikan di alor jadi harus jarring ke sana,” kata Martinus Mau saat ditemui Selasa 19 Mei 2026.

Biasanya para nelayan untuk mencari hasil tangkapan ikan bertolak ke perairan Alor sore hari dan langsung kembali tiba subuh hari.

Menggunakan 3 perahu motor dengan kapasitas antara 15 Pk dan 20 Pk, 2 perahu digunakan sebagai penangkap dan 1 untuk menampung hasil tangkapan ikan. Berbagai jenis ikan terjaring pukat di bawah.

“Minggu kemarin ada 8 perahu motor kea lor dapat banyak juga ikan. Sekatang memang ikan bermain banyak di alor. Kena jaring ada jebnis ikan kombong tembang juga paling banyak dan nipi,” ucapnya.

Aktifitas melaut ke Alor itu pun tergantung kondisi laut berpihak bisa memperoleh banyak tangkapan ikan. Ikan hasil tangkapan di jual ke pasar nelayan memperoleh pendapatan ekonomi.

Terkadang juga hanya sedikit tangkapan, cukup merugi dikarenakan mengeluarkan biaya besar Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kita juga berhitung untuk biaya BBM kalau dapat bisa kembali modal dan untung, kalau sedikit palingan pulang pokok, kerja begini sudah nelayan cari nafkah,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....