Penguatan Emosional dan Spiritual Dinilai Penting Cegah Konflik Remaja Berulang

  • 18 Mei 2026 00:05 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor – Upaya mediasi dan perdamaian dalam menyelesaikan konflik remaja di Kabupaten Alor dinilai belum cukup apabila tidak dibarengi dengan penguatan emosional dan spiritual secara intensif. Hal itu disampaikan Tokoh Akademik Alor, Dr. Abdullah R.S. terkait pentingnya pendidikan karakter dalam mencegah krisis moral.

Menurutnya, berbagai langkah penyelesaian konflik sebenarnya sudah sering dilakukan, mulai dari mediasi, islah, hingga perdamaian secara adat dan hukum. Namun konflik masih terus berulang karena persoalan mendasar pada individu yang terlibat belum benar-benar diselesaikan.

“Kalau penguatan emosional dan spiritual tidak dilakukan secara intens, baik di lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan, maka apa yang dilakukan pihak-pihak yang ingin memediasi perdamaian itu hanya sebatas formalitas. Dan itu kita saksikan beberapa kali terjadi berulang-ulang,” ujar Dr. Abdullah. Jumat, 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan, banyak persoalan yang sebenarnya hanya bersifat personal atau antarindividu, tetapi berkembang menjadi konflik yang lebih besar karena tidak ada pendekatan khusus kepada para remaja yang terlibat. Menurutnya, pendekatan persuasif dan perhatian secara personal perlu dilakukan agar tidak muncul dendam yang berkepanjangan.

Selain itu, langkah preventif juga dinilai harus dilakukan jauh sebelum konflik terjadi. Peran keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat menjadi penting dalam membangun kontrol sosial terhadap aktivitas remaja, termasuk kebiasaan berkumpul hingga larut malam tanpa pengawasan.

“Langkah preventif itu harus dilakukan jauh sebelum kasus terjadi. Misalnya melalui kontrol sosial di lingkungan masyarakat, membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah hingga larut malam, serta memperkuat pendekatan agama dan adat agar tidak muncul kecemburuan maupun dendam yang berlebihan,” katanya.

Dr. Abdullah menambahkan, konflik sosial tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Aktivitas perdagangan menjadi terganggu akibat penutupan akses jalan dan transportasi yang tidak berjalan normal. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pedagang kecil dan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan hidup dari aktivitas jual beli di pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....