Polres Alor Ajak Anak Muda Fokus Pendidikan, Hindari Tawuran

  • 16 Mei 2026 23:23 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Kasus meninggalnya Raja Pasya Imanuel Morib akibat insiden panah di Kampung Baru, Mebung, menjadi perhatian serius Polres Alor. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, kepolisian turut menyampaikan pesan moral kepada generasi muda agar menjauhi aksi tawuran dan kekerasan.

Kasat Reskrim Polres Alor, AKP Amru Ichsan mengatakan, peristiwa yang merenggut nyawa seorang remaja tersebut harus menjadi pelajaran bagi anak-anak muda di Kabupaten Alor agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, masa muda seharusnya dimanfaatkan untuk belajar dan mempersiapkan masa depan, bukan dihabiskan dalam aktivitas negatif seperti tawuran yang dapat berujung pada tindak pidana maupun hilangnya nyawa seseorang.

“Untuk anak-anak kita yang masih seumuran 15, 16, 17 tahun ke atas ini, kami mengharapkan anak-anak ini fokus untuk belajar, kemudian mengasah diri untuk masa depannya,” ujar AKP Amru Ichsan. Sabtu, 16 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa masa depan seseorang ditentukan oleh usaha dan pilihan hidup masing-masing. Karena itu generasi muda diminta lebih bijak dalam memanfaatkan waktu serta menjauhi pergaulan yang dapat memicu konflik.

“Jangan waktu yang ada ini dipakai hanya untuk tawuran dan hal-hal yang tidak penting. Masa depan ini ditentukan oleh diri kita, bukan ditentukan oleh orang lain,” katanya.

Selain memberikan imbauan kepada anak muda, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan kasus kematian Raja Morib tetap berjalan secara intensif. Kapolres Alor bahkan telah membentuk tim tambahan guna membantu pengungkapan perkara tersebut.

Polres Alor juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kasus tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....