Toleransi Antarumat Beragama Terlihat dalam Kehidupan Sehari Hari

  • 12 Mei 2026 12:32 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Sikap toleransi antar umat beragama di Kabupaten Belu dinilai sudah terlihat nyata dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam perbincangan bersama Pro 1 RRI Atambua, Selasa 12 Mei 2026 Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, Ina Padu Iho, S.Pd mengatakan masyarakat Belu memiliki kebiasaan saling menghargai antar umat beragama dalam berbagai aktivitas bersama.

Menurutnya, salah satu bentuk toleransi yang sering ditemui adalah ketika umat non muslim menghormati rekan kerja muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Mereka biasanya bilang maaf ya saya makan, itu salah satu bentuk toleransi yang menghargai,” katanya. Selain itu, dalam berbagai acara keluarga maupun hajatan, masyarakat yang berbeda keyakinan juga menyediakan makanan tersendiri bagi tamu muslim agar tetap merasa nyaman saat menghadiri acara tersebut.

Menurut Penyuluh Agama Islam kantor Kemenag Belu itu, hal ini sudah nyata gambarkan tingginya toleransi antar umat beragama di Kabupaten Belu. "Tanah ini memang penuh rasa persahabatan sebagaimana arti dari kata Belu itu sendiri," tutur dia.

“Itu membuat kita merasa nyaman dan aman karena dihargai dan diterima,” ujarnya. Ia menilai sikap saling menghargai tersebut menjadi ciri masyarakat NTT yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi di Indonesia.

Dengan adanya sikap toleransi yang terus dijaga, hubungan antar umat beragama di Kabupaten Belu diharapkan tetap harmonis dan menjadi contoh kehidupan bermasyarakat yang rukun di tengah keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....