Warga Dusun Korbau Desa Leosma Belu Pertanyakan Mandeknya Proyek Sumur Arteis

  • 11 Mei 2026 13:45 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Warga dusun Korbau desa Leosama Kabupaten Belu mempertanyakan program pengeboran air bawah tanah oleh Dinas PUPR Kabupaten Belu. Proyek pengadaan air bersih tersebut pekerjaan di tahun 2025 baru lalu terkesan mandek pelaksanaan.

Pasalnya kegiatan pengeboran sumur artesis sempat dilakukan dan belum menemukan sumber mata air namun tidak diketahui alasan proyek tersebut terhenti.

Hal ini disampaikan Ketua Rt 10 lingkungan Korbau Rofinus Mau Bere saat disambangi rri.co.id di lokasi dusun, Sabtu 2 Mei 2026.

“Petugas PUPR sempat datang lakukan pengeboran kami tahu tetapi pulang kami tidak tahu. Proyek berhenti tetapi air belum mengalir padahal kami butuh sekali karena selama ini krisis air bersih,” kata Rofinus Mau.

Pengeboran air bawah tanah sebagai salah satu solusi bisa menjawab krisis air bersih selama ini warga rasakan. Ketersediaan layanan air bersih dari sumur dalam tersebut, sekiranya bisa menjawab berbagai kebutuhan warga seperti untuk memasak mandi cuci.

Warga dusun berpenghuni 28 kepala keluarga tersebut selama ini hanya bergantung 1 sumber mata air dekat perkampiungan. di musim kemarau panjang debit air menurun bahkan sampai mengering.

“Satu sumber mata air dekat kampung untuk mandi cuci, masak tetapi kadang mongering. Ada cekdam tetapi tidak untuk minum, musim panas saat butuh terpaksa beli air tangki, biar mahal,” ucapnya.

Memenuhi kebutuhan hidup setiap hari warga pun terpaksa memesan layanan tangki air harga lumayan mahal per tangki Rp120 ribu.

Persoalan ikutan jalan masuk ke perkampungan kondisi rusak berat menyulitkan kendaraan tangki mendroping air bersih seringkali pemesan warga dua hingga tiga hari baru dihantar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....