PT Agrinas Nusantara Palma Minta Calon Pekerja Sawit Hindari Tawaran Kerja Ilegal

  • 07 Mei 2026 20:56 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - PT Agrinas Palma Nusantara mengingatkan calon tenaga kerja asal Kabupaten Alor agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ilegal di Malaysia. Imbauan tersebut disampaikan dalam sosialisasi perekrutan tenaga kerja perkebunan sawit yang berlangsung di aula rumah jabatan Bupati Alor.

Staf Ahli Direktur SDM dan Umum PT Agrinas Palma Nusantara, Mayjen TNI M. Zulkifli, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya merupakan perusahaan negara sehingga seluruh proses perekrutan dilakukan secara resmi dan terbuka.

Menurutnya, keberadaan perkebunan Agrinas yang berada dekat wilayah perbatasan sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk menawarkan pekerjaan lain kepada pekerja dengan iming-iming gaji besar dalam mata uang ringgit.

“Biasanya nanti ada yang menawarkan pindah kerja ke tempat lain atau ke Malaysia dengan bayaran ringgit. Tapi belum tentu baik, karena banyak tenaga kerja di sana yang tidak punya surat resmi dan akhirnya bermasalah,” ujar Mayjen Zulkifli. Selasa, 05 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pekerja ilegal di Malaysia sering kali menghadapi persoalan pembayaran gaji hingga masalah hukum akibat tidak memiliki dokumen izin kerja maupun izin tinggal yang lengkap.

Karena itu, Agrinas mewajibkan setiap calon pekerja melengkapi surat izin keluarga dan surat keterangan dari desa sebagai bagian dari administrasi keberangkatan tenaga kerja.

“Kalau kita semuanya resmi. Makanya kita minta surat dari desa dan izin keluarga supaya jelas identitasnya dan keluarga juga mengetahui keberangkatannya,” katanya.

Selain itu, Mayjen Zulkifli meminta para calon pekerja benar-benar mempertimbangkan keputusan sebelum berangkat ke Kalimantan Barat. Menurutnya, pekerjaan di perkebunan sawit membutuhkan kesiapan mental dan fisik karena masa kontrak berlangsung selama dua tahun.

Ia menegaskan perusahaan telah mengeluarkan biaya besar untuk menyiapkan fasilitas pekerja mulai dari transportasi, tempat tinggal, perlengkapan kerja, hingga kebutuhan hidup di lokasi perkebunan.

“Kita sudah siapkan rumah tinggal, alat kerja, perlengkapan dapur, tempat tidur, sampai transportasi dari sini ke Kalimantan. Karena itu kita berharap pekerja yang berangkat benar-benar serius bekerja,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen Zulkifli juga menjelaskan bahwa perekrutan saat ini lebih diprioritaskan bagi laki-laki karena pekerjaan utama yang dibutuhkan adalah tenaga pemanen sawit. Namun demikian, pekerja yang telah berkeluarga tetap diperbolehkan membawa istri dan anak setelah beberapa bulan bekerja, dengan syarat fasilitas tempat tinggal sudah siap digunakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....