Karya Bakti Skala Besar Dibuka di Alor, Perkuat Sinergi TNI Rakyat

  • 06 Mei 2026 11:23 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Karya Bakti Skala Besar yang digagas TNI resmi dimulai di Kabupaten Alor, ditandai dengan upacara pembukaan yang berlangsung di Lapangan SD GMIT No. 027 Mebung, Desa Ali Mebung, Kecamatan Alor Tengah Utara, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono.

Program ini akan berlangsung selama 50 hari, terhitung sejak 5 Mei hingga 23 Juni 2026. Tahapan awal diawali dengan prakarya bakti yang melibatkan prajurit Kodam IX/Udayana bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kolaborasi dalam membangun wilayah secara gotong royong.

Pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat dalam membantu percepatan pembangunan wilayah, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat di Kabupaten Alor. Keterlibatan warga dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.

Selain fokus pada pembangunan fisik, kegiatan ini juga mencakup program nonfisik yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara TNI dan warga menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam sesi wawancara, wartawan menyoroti perbedaan antara program Karya Bakti Skala Besar dengan TMMD yang selama ini telah berjalan, khususnya terkait penamaan, sumber anggaran, dan skala kegiatan.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono menjelaskan bahwa perbedaan utama kedua program terletak pada sistem pendanaan serta cakupan pekerjaan di lapangan.

“Kalau TMMD itu anggaran sharing antara pemerintah daerah dengan TNI, di mana anggaran fisik berasal dari pemerintah daerah dan logistik dari TNI. Sementara Karya Bakti Skala Besar anggarannya langsung dari TNI, dengan tujuan yang sama namun perbedaannya pada nama, sumber anggaran, serta skalanya yang lebih besar,” ujarnya. Selasa, 05 Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam mekanisme pelaksanaan, kedua program tersebut tetap memiliki tujuan yang sama, yakni membantu percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh personel yang terlibat dapat terus menjaga sinergi dengan masyarakat. “Kami berharap seluruh anggota yang terlibat selalu bersinergi dengan masyarakat, membangun ikatan emosional dan menjalin silaturahmi sehingga dapat memperkuat solidaritas antara TNI dan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan pembangunan di wilayah sasaran dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....