Perarakan Patung Bunda Maria Warga Dusun Korbau Belu Keluhkan Jalan dan Air Bersih
- 04 Mei 2026 15:00 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID,Atambua - Umat Katolik paroki Haliwen Keuskupan Atambua mengikuti perarakan patung Bunda Maria.
Perarakan Patung Bunda Maria merupakan tradisi devosi umat katolik menandai dimulainya bulan Maria dan diadakan di setiap bulan Mei.
Tahun 2026 patung Bunda Maria simbol kesucian, kerendahan hati, sarana penghormatan tradisi katholik ini mengunjungi umat yang ada di Dusun terpencil Korbau Desa Leosama Belu.
Perarakan diikuti ratusan umat dari lokasi Gereja Paroki menuju stasi pertama yakni Kapela St. Fransiskus Asisi Dusun Korbau, Sabtu 2 Mei 2026.
Umat mengikuti kegiatan ziarah iman sembari berdoa berdevosi kepada hati kudus Maria. Memohon Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberi rahmat berlimpah.
Pantauan rri.co.id, rombongan peziarah meski berjalan dibawah terik panas matahari, menyusuri jalan berbatu, namun tidak menyurutkan niatan mengikuti perarakan hingga tapak perhentian lokasi Kapel.
Pengurus OMK lingkungan setempat Stefanus Bere saat disambangi tidak bisa menyembunyikan rasa syukur berterimakasih Ibunda Yesus datang menyapa umat di dusun terpencil.
Kehidupan serba terbatas, oleh karenanya sebegitu merindukan kehadiran sosok seorang Ibu sebagai Bunda Penolong Abadi, mendoakan kesulitan mereka.
"Senang dan bersyukur Bunda Maria berkunjung lingkungan baru terbentuk Bunda Hadir mendoakan kami. Lihat saja kondisi Dusun pelosok serba terbatas, walau kehidupan susah umat menyambut Buda dengan sukacita," kata Stefanus Bere.
Kondisi serba terbatas khususnya layanan air bersih sulit diperoleh dan akses jalan. Memprihatinkan.
"Hidup serba sulit hidup apa adanya saja, tidak patah semangat menerima kehadiran Bunda Maria dengan sukacita," ucapnya.
Tokoh masyarakat Kanisius mengungkapkan bersyukur tahun ini stasi lingkungan Korbau menjadi pertama dikunjungi.
"Bersyukur sekali perarakan tahun ini lingkungan kami pertama dikunjungi. Bersama Bunda di Kapel kami berdoa bersama," kata Kanisius.
Di sela sela kegiatan, selaku tokoh masyarakat turut pula menyampaikan sejumlah hal menjadi keluhan warga. Menyangkut akses jalan masuk ke perkampungan sangat memprihatinkan dan juga persoalan air bersih.
"Sambut kedatangan Bunda ke Korbau, 12 hari warga gotong royong menimbun jalan rusak. Masih susah Indonesia Merdeka 80 tahun tapi kami sekarang anggaplah belum merdeka," kata Kanisius.
Ia menyebutkan sejauh ini pemerintah daerah dan pihak DPRD Belu bisa dibilang tidak respek terhadap kondisi kehidupan warga. Pasalnya tidak pernah mengunjungi warga di Dusun korbau. "Sangat disayangkan karena tidak mendapat perhatian hanya perlu saja karena agenda politik datang janji janji," ujarnya.
Dirinya pun berharap pemerintah melihat realita kehidupan warga. Program Pemerintah ke depan paling tidak bisa juga diarahkan ke Dusun Korbau, minimal sedikit menjawabi kesulitan yang ada.
"Kalau bisa ada kebijakan tahun ini, kasihan kami juga diperhatikan seperti tempat lain," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....