IMM Alor Terapkan Musyawarah Inklusif dalam Pengambilan Keputusan

  • 30 Apr 2026 19:42 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Alor periode 2026–2027, Bunda Y. Abdurrahman, menegaskan bahwa kepemimpinan inklusif akan dijalankan melalui pendekatan musyawarah yang melibatkan seluruh kader. Hal ini disampaikan bersama Sekretaris Umum IMM Cabang Alor, Suhardi Padamang, dalam wawancara terkait arah kepemimpinan organisasi ke depan.

Menurut Bunda, musyawarah menjadi sarana penting untuk menyatukan berbagai pandangan yang berbeda di dalam organisasi. Dengan melibatkan seluruh kader, setiap keputusan yang diambil diharapkan dapat diterima secara bersama.

Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak boleh bersifat satu arah, melainkan harus membuka ruang dialog yang luas bagi seluruh anggota organisasi. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.

“Kita akan memanfaatkan musyawarah untuk menghasilkan satu keputusan yang sama, sehingga ada hal yang mereka tawarkan kepada kami dan ada hal yang kami tawarkan kepada mereka. Dari situ kita bisa mendapatkan satu keputusan bersama,” ujarnya. Selasa, 28 April 2026.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan menjadi kunci dalam kepemimpinan inklusif. “Kepemimpinan inklusif itu terbuka bagi seluruh kader untuk memberikan masukan, kemudian dirembuk menjadi satu keputusan bersama agar hasilnya bisa diterima secara menyeluruh,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum IMM Cabang Alor, Suhardi Padamang, menekankan pentingnya komunikasi dalam menjalankan organisasi. Ia menyebut bahwa setiap kader memiliki karakter yang berbeda sehingga perlu pendekatan yang tepat dalam merangkul mereka.

Menurutnya, kepemimpinan yang didasarkan pada ego pribadi justru akan menghambat jalannya organisasi. Oleh karena itu, diperlukan sikap terbuka dalam menerima aspirasi kader.

“Kami tidak ingin melakukan apa yang kami ingin, tetapi apa yang teman-teman ingin lakukan. Karena kalau pemimpin hanya memaksakan keinginan, itu justru menjadi penghambat jalannya organisasi,” katanya.

Selain itu, dalam menghadapi tantangan menurunnya minat mahasiswa terhadap organisasi akibat pengaruh gaya hidup, IMM Cabang Alor akan menerapkan pendekatan yang lebih adaptif. Di antaranya dengan memanfaatkan media sosial, menggelar diskusi santai, serta menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan kader, sehingga organisasi dapat menjadi ruang pengembangan diri yang menarik dan bermanfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....