Aktivitas Menenun di Desa Ternate Menjadi Identitas Budaya Lokal
- 30 Apr 2026 19:36 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Tradisi menenun di Desa Ternate, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, masih terus dipertahankan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari warisan budaya yang diwariskan lintas generasi. Aktivitas tersebut hingga kini banyak dijalankan oleh perempuan di desa itu.
Kegiatan menenun tidak hanya dilakukan untuk menghasilkan kain, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan budaya dalam keluarga. Anak-anak perempuan mulai diperkenalkan pada alat tenun dan tahapan produksi sejak usia dini.
Masyarakat setempat menilai keterampilan menenun penting untuk diwariskan agar tradisi leluhur tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Proses pembelajaran dilakukan secara bertahap melalui pendampingan langsung dari orang tua maupun keluarga.
Tahapan pembuatan tenun ikat dimulai dari pemintalan benang, penyusunan motif, hingga pewarnaan alami menggunakan bahan yang diperoleh dari lingkungan sekitar seperti akar kayu, daun, dan tanah.
Salah satu perajin, Saripa Kasim, kepada rri.co.id, mengatakan dirinya mulai belajar menenun sejak masih kecil bersama anggota keluarga lainnya. Menurutnya, menenun sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari perempuan di Desa Ternate. “Kami belajar menenun sejak kecil karena ini sudah menjadi kebiasaan di keluarga dan harus terus dijaga supaya tidak hilang,” ujar Saripa, Kamis 30 April 2026.
Selain membutuhkan keterampilan, proses menenun juga memerlukan kesabaran dan ketelitian tinggi. Kesalahan kecil dalam menyusun benang dapat memengaruhi bentuk motif dan hasil akhir kain.
Keberlanjutan aktivitas menenun di Desa Ternate menunjukkan kuatnya peran perempuan dalam menjaga tradisi budaya lokal. Masyarakat berharap keterampilan tersebut tetap diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....