Tenun Ikat Desa Ternate Jadi Simbol Identitas dan Warisan Budaya

  • 30 Apr 2026 19:23 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Tenun ikat di Desa Ternate, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya dikenal sebagai hasil kerajinan tradisional, tetapi juga memiliki nilai adat dan filosofi yang masih dijaga masyarakat hingga kini.

Setiap motif dalam kain tenun memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat, hubungan dengan alam, hingga simbol penghormatan terhadap leluhur. Karena itu, pembuatan motif tidak dilakukan secara sembarangan.

Masyarakat Desa Ternate masih mempertahankan aturan adat yang mengatur penggunaan motif tertentu. Beberapa corak hanya dapat dibuat atau dikenakan oleh kalangan tertentu sesuai ketentuan adat yang berlaku.

Selain motif, proses pembuatan kain juga dilakukan secara tradisional. Pewarna kain dibuat menggunakan bahan alami seperti daun, akar kayu, dan tanah yang diolah secara manual oleh para perajin.

Perajin tenun, Saripa Kasim, kepada rri.co.id, mengatakan setiap motif memiliki aturan dan makna yang harus dipahami oleh pembuatnya. Menurutnya, tenun ikat bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga berkaitan dengan penghormatan terhadap budaya leluhur. “Tidak semua motif bisa dibuat sembarangan karena ada makna dan aturan adat yang harus dijaga,” kata Saripa Kamis 30 April 2026.

Proses menenun sendiri membutuhkan waktu cukup lama karena dilakukan secara manual dan penuh ketelitian. Para perajin harus memastikan susunan benang tetap sesuai dengan pola motif yang telah ditentukan.

Masyarakat Desa Ternate berharap tradisi tenun ikat tetap bertahan di tengah perkembangan modernisasi. Selain menjadi identitas budaya daerah, tenun ikat juga dinilai sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan filosofi penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....