Pemuda Dianggap Belum Maksimal Isi Ruang Politik di Daerah dan Nasional
- 30 Apr 2026 18:45 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor – Peran pemuda dalam dunia politik dinilai masih minim, baik di tingkat daerah maupun nasional. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat pemuda memiliki potensi besar dalam mendorong perubahan dan pembangunan.
Aktivis Alor, Habibi Maley, menyebutkan bahwa politik sejatinya merupakan ruang yang luas dan tidak terbatas hanya pada pemerintahan. Menurutnya, politik adalah tempat berproses yang berkaitan dengan pengambilan kebijakan dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai bahwa sikap pemuda terhadap politik saat ini berada di antara apatis dan peduli. Namun, menurutnya, memilih untuk tidak terlibat dalam politik juga merupakan bagian dari sikap politik itu sendiri.
“Politik itu bukan ruang yang sempit, tapi ruang yang sangat lebar. Sehingga bersikap untuk tidak berpolitik itu juga merupakan sikap politik seorang individu,” ujarnya. Kamis, 30 April 2026.
Habibi menambahkan, minimnya keterlibatan pemuda di parlemen maupun jabatan publik menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan partisipasi generasi muda, terutama menjelang momentum politik ke depan.
“Pemuda harus mengambil panggung-panggung politik sebanyak mungkin. Karena hari ini ruang-ruang itu masih sangat minim diisi oleh anak muda, baik di parlemen maupun pemerintahan,” ungkapnya.
Menurutnya, munculnya sikap apatis di kalangan pemuda juga dipengaruhi oleh kekecewaan terhadap sejumlah figur yang sebelumnya berasal dari kalangan aktivis, namun dinilai belum mampu membawa perubahan signifikan bagi masyarakat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemuda sebenarnya tidak sepenuhnya apatis. Ketika mereka bersuara mengenai kebijakan publik atau persoalan daerah, hal tersebut sudah merupakan bentuk keterlibatan politik yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....