Pendidikan Karakter Siswa di Alor Butuh Peran Aktif Orang Tua

  • 30 Apr 2026 11:35 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan di Kabupaten Alor tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dan masyarakat. Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Alor, Hadi Abdul Aziz Kammis, menegaskan bahwa sinergi antara orang tua dan guru menjadi kunci utama dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, orang tua memiliki peran mendasar dalam pendidikan karakter anak karena keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan kepribadian. Oleh karena itu, orang tua tidak boleh sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada sekolah, melainkan harus tetap menjalin komunikasi yang intens dengan pihak guru.

“Pendidikan itu milik orang tua, karakter anak adalah tanggung jawab orang tua. Jangan kita percayakan 100 persen pembinaan karakter anak kepada sekolah, tetapi harus tetap ada komunikasi dan koordinasi dengan guru,” ujar Hadi. Rabu, 29 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa guru juga memiliki peran penting sebagai teladan di lingkungan sekolah. Pendidikan karakter, lanjutnya, tidak cukup diajarkan secara teori, melainkan harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita ingin siswa disiplin, maka guru harus lebih dulu disiplin. Jika ingin siswa taat beribadah dan memiliki kepedulian sosial, maka itu harus dimulai dari diri guru sebagai contoh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hadi menyoroti fenomena kenakalan remaja seperti tawuran yang dinilai sebagai dampak dari kurangnya pengawasan orang tua. Ia menilai bahwa perubahan pola asuh di era digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku anak di luar rumah.

Ia mengingatkan pentingnya pengawasan yang konsisten dari orang tua, seperti memastikan waktu anak berada di rumah, membangun komunikasi, serta menghidupkan kembali kebiasaan lama dalam mendampingi anak. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat menjadi upaya preventif dalam membentuk karakter yang baik.

Di akhir, Hadi mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri sebagai penerus bangsa dengan membangun karakter yang kuat. Ia menekankan pentingnya mencintai diri sendiri sebagai dasar dalam menumbuhkan akhlak dan perilaku positif di tengah tantangan perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....