Perjalanan Panjang Injil Warsalelang Diwarnai Pergumulan dan Harmoni Antar Umat
- 30 Apr 2026 10:43 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Ketua Majelis Jemaat Pandria Warsalelang (GMIT), Pdt. Bimidi Koilmo, menyampaikan refleksi mendalam atas perjalanan 100 tahun masuknya Injil di Warsalelang, Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur. Ia menilai perjalanan tersebut bukanlah hal yang mudah, melainkan penuh pergumulan yang harus dilalui jemaat dari masa ke masa.
Menurutnya, hal itu tergambar dalam prosesi masuknya Injil yang diperagakan, mulai dari Kampung Erewasing hingga tiba di Warsalelang. Prosesi tersebut menghadirkan rasa bangga sekaligus haru, karena menggambarkan realitas perjuangan iman yang telah dilalui oleh para pendahulu.
“Seratus tahun Injil masuk di Warsalelang. Pergumulan tentang keberadaan Injil bukan hal yang mudah. Mengagumkan, membanggakan, tapi mengharukan. Itulah kenyataan itu,” ujar Bimidi Koilmo. Senin, 27 April 2026.
Ia mengungkapkan, jumlah jemaat Pandria Warsalelang saat ini sekitar 86 kepala keluarga. Banyak warga yang merantau ke berbagai daerah seperti Kalabahi, Kupang, Flores, Surabaya, Kalimantan, Papua, hingga Batam untuk membangun kehidupan yang lebih baik, sekaligus tetap memberi kontribusi bagi jemaat di kampung halaman.
Dalam keterbatasan jumlah, jemaat tetap mengedepankan kerja sama dan membangun relasi harmonis dengan masyarakat sekitar, termasuk umat Muslim di Kolijahi. Ia menyebut, hubungan sosial lintas agama tersebut telah terjalin sejak lama, bahkan tercermin dalam kerja sama pembangunan rumah ibadah dan berbagai kegiatan sosial bersama.
“Sejak kami kecil, relasi sosial dengan umat di Kolijahi sudah terbangun. Bangunan gereja ini menjadi bagian dari campur tangan jemaat Kolijahi, demikian juga masjid di sana dibangun dengan keterlibatan jemaat Pandria Warsalelang,” katanya.
Meski demikian, ia juga menyoroti keterbatasan infrastruktur, khususnya akses jalan yang masih sulit dilalui. Jemaat berharap adanya perhatian dari pemerintah, sembari tetap mengandalkan doa dan gotong royong, serta terus bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan 100 tahun Injil dan menatap masa depan dengan penuh harapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....