PGRI Belu Gelar Lomba Paduan Suara jelang Hardiknas, Libatkan Ratusan Guru

  • 30 Apr 2026 08:03 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Ketua PGRI Kabupaten Belu Yanuarius Antonius Wadan Talok, S.Pd mengumumkan pelaksanaan lomba paduan suara sebagai rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kegiatan ini akan melibatkan ratusan guru dari 12 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Belu.

Lomba bertema "Melodi Pendidikan, Guru Bergerak, Indonesia Pintar" bertujuan menyuarakan aspirasi para guru melalui melodi yang indah. Lagu dalam nyanyian disebut sebagai pujian bagi Tuhan dan sarana hiburan bagi sesama guru.

"Kita ingin suara guru, suara PGRI didengar tidak melalui teriakan-teriakan di luar notasi resmi," ujar Yanto, sapaan karibnya, Rabu, 29 April 2026. "Tetapi melalui lagu resmi organisasi dengan notasi-notasi yang luar biasa."

Lomba ini diakui menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menunjukkan eksistensi nyata setelah sekian lama tidak terdengar bersuara. "Ini adalah melodi pendidikan dari perbatasan Rai Belu, dari guru-guru di bibir batas ini untuk Indonesia," katanya.

Ketua PGRI menyebut para guru yang berlomba akan menyanyikan lagu himne dan Mars PGRI dalam aransemen empat suara. "Dalam sejarah di Kabupaten Belu mungkin ini pertama, ada 492 guru terbaik yang akan tampil di panggung megah esok," ucap Yanto Talok.

Ketua PGRI Kabupaten Belu periode 2025-2030, Yanuarius Antonius Wadan Talok, S.Pd. (Foto: Dok. Yanto A.W. Talok)

"Semua bisa mendengarkan, ada nilai-nilai filosofis, historis, sosiologis yang termuat dalam lagu-lagu," ujar Ketua PGRI periode 2025-2030 ini. "Itu yang menjadi modal berbakti, berkarya bagi guru-guru."

Persiapan lomba sendiri sudah dilakukan sejak Februari lalu mulai dari pembentukan panitia yang didominasi oleh para guru muda. Pihak sponsor seperti Bank NTT turut memberikan bantuan finansial guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara perlombaan besar tersebut.

Peserta lomba nantinya akan memperebutkan piala bergilir dari PGRI Kabupaten Belu. Lomba akan berlangsung Kamis ini di Gedung Betelalenok Atambua dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Belu.

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Tasifeto Timur ini juga berpesan kepada pada guru dan yang terlibat dalam kegiatan lomba tersebut. "Bagi para guru, peserta, pelatih, pemusik, serta pendukung kegiatan lomba, saya titipkan satu kalimat," ucap Yanto.

"Let us sing with our souls, for the teacher’s voice is the nation’s future," katanya. "Mari kita menyanyi dengan hati karena suara guru itu suara masa depan bangsa."

Yanto Talok berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan mental para guru. Sekaligus, sebagai penguat ikatan solidaritas antarsesama pendidik di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....