Ketua Sinode GMIT Ajak Jemaat Hidupi Nilai Injil Sehari-Hari

  • 30 Apr 2026 07:05 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, menekankan pentingnya menjadikan Injil sebagai gaya hidup dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Hal itu disampaikannya saat Perayaan 100 tahun masuknya Injil di Warsalelang, Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur.

Menurutnya, gaya hidup salib merupakan sikap hidup yang tidak mudah menyerah meskipun berada dalam penderitaan atau kegagalan. Ia menilai, karakter tersebut penting dimiliki, terutama oleh generasi muda, agar mampu bangkit dan terus berjuang dalam situasi apa pun.

“Kalau gaya hidup salib itu, saudara, adalah gaya hidup yang meski sengsara tetapi tidak menyerah. Meski gagal tetapi bangkit. Itu gaya hidup salib,” ujar Samuel Pandie. Senin, 27 April 2026.

Ia juga mengapresiasi semangat jemaat, khususnya anak-anak muda di Warsalelang, yang dikenal sebagai pekerja keras. Banyak di antara mereka bekerja sebagai buruh, menjaga toko, hingga mengumpulkan dana untuk mendukung pelayanan gereja, bahkan hingga ke Kalabahi.

Selain itu, ia menyoroti mulai tumbuhnya kesadaran pendidikan di kalangan anak-anak dan pemuda setempat. Meskipun hidup dalam keterbatasan, mereka tidak menyerah dan terus berupaya melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi sebagai bentuk perjuangan untuk masa depan yang lebih baik.

“Tidak menyerah dengan kondisi, tidak menyerah, itu gaya hidup salib, gaya hidup Injil, mengalami kabar baik di tengah semua yang tidak baik dalam hidup, tersenyum di tengah badai,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Injil sebagai gaya hidup tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga menyangkut nilai moral, etika, dan spiritual. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus dihidupi dalam keseharian sebagai pedoman dalam bertindak dan memaknai kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....