Ibadah Syukur 100 Tahun Injil Masuk di Warsalelang, Momentum Refleksi
- 30 Apr 2026 01:10 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Alor - Perayaan 100 tahun masuknya Injil di Warsalelang, Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur, berlangsung khidmat melalui ibadah syukur yang dihadiri pemerintah daerah, tokoh gereja, dan masyarakat. Momentum satu abad ini menjadi refleksi perjalanan iman sekaligus ajakan memperkuat pembangunan kehidupan sosial dan spiritual.
Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Injil yang telah membawa perubahan besar bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran Injil tidak hanya membawa keselamatan, tetapi juga membentuk tatanan kehidupan yang lebih baik.
Menurutnya, jasa para penginjil pertama yang datang dengan penuh pengorbanan patut dihargai. Mereka telah menaburkan benih iman yang menjadi dasar kehidupan masyarakat hingga saat ini, sekaligus menjadi pelita yang menerangi jalan iman generasi penerus.
“Perayaan hari ini bukan sekadar acara seremonial tahunan atau pesta rakyat biasa. Ini adalah momentum iman yang sangat berharga untuk merenungkan sejauh mana nilai-nilai Injil telah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wabup Alor. Senin, 27 April 2026.
Wabup Alor menegaskan bahwa perayaan 100 tahun ini harus menjadi ajang introspeksi terhadap penerapan nilai-nilai Injil, khususnya dalam membangun kasih, persatuan, dan toleransi di tengah masyarakat yang beragam.
Ia juga menyoroti peran gereja sebagai pusat pembinaan iman yang turut berkontribusi dalam pembangunan sosial, termasuk melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda di Pulau Pantar.
Selain itu, masyarakat Warsalelang diajak untuk terus menjaga warisan iman para pendahulu serta menjadikannya sebagai landasan dalam membangun daerah. Stabilitas, keamanan, dan kerukunan disebut sebagai syarat utama kemajuan wilayah.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat jemaat yang sejak awal telah membangun gereja dengan pengorbanan dan kerja sama. Ia menilai semangat tersebut sebagai energi positif yang harus terus dipertahankan.
Wagub NTT menekankan bahwa setelah 100 tahun perjalanan gereja, perhatian harus diarahkan pada pembangunan sumber daya manusia agar mampu mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Semangat masyarakat saat membangun gereja ini harus terus kita kobarkan. Tidak hanya membangun fisik, tetapi yang paling utama adalah membangun sumber daya manusia yang unggul agar daerah ini semakin maju,” tegas Wagub NTT.
Acara ini turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTT, Alexon Lumba; Anggota DPRD Provinsi NTT, Soleman Boli Gorangmau; Anggota DPRD Provinsi NTT, Astria Blandina Gaidaka; Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT beserta rombongan lainnya; Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie; tokoh publik, Imanuel Ekadianus Blegur; Rektor Universitas Tribuana Kalabahi, Elia Maruli; Sekretaris Daerah Kabupaten Alor; Asisten I Setda Kabupaten Alor; Asisten II Setda Kabupaten Alor; serta unsur Forkopimda Kabupaten Alor lainnya, Danramil Pantar, Kapolsek Pantar, para camat di Pulau Pantar, Ketua Majelis Klasis se-Tribuana, dan imam masjid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....