Proses Seleksi Paskibraka 2026 di Malaka Diduga Tidak Transparan

  • 29 Apr 2026 13:25 WIB
  •  Atambua

‎RRI.CO.ID, Malaka - Guru pendamping SMKN Kletek Suai mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 di Kabupaten Malaka yang dinilai tidak transparan.

‎Kekecewaan ini disampaikan Oktavian Maria Eviyanti Seran, salah satu guru SMKN Kletek Suai setelah tidak satu pun dari 17 siswa dari sekolah yang ia dampingi hanya satu peserta dinyatakan lulus tahap seleksi.

‎"Dari SMKN Kletek Suai, kami mengirim 17 siswa, 11 gugur, tersisa 6 orang. Namun dari 6 itu tinggal 1, dan pada akhirnya yang satu itu pun dinyatakan tidak lolos." Ujar Yanti.

‎Ia menyoroti proses seleksi yang dinilai tidak transparan. Ia mengaku kecewa dengan mekanisme seleksi yang dianggap kurang terbuka.

‎Sejak awal tidak mendapatkan keterbukaan informasi dari panitia terkait kuota yang harus dipenuhi masing-masing sekolah dalam tahapan seleksi guna dapat mempersiapkan para siswa secara optimal.

‎Yanti menegaskan keterbukaan informasi tersebut sangat penting agar sekolah dapat mempersiapkan siswa secara optimal.

‎Dinilai ada kejanggalan, pihak sekolah kemudian mendatangi panitia seleksi untuk menyampaikan keberatan. Panitia menyatakan bahwa seluruh proses seleksi merupakan kewenangan mereka dan tidak perlu diketahui oleh pihak sekolah.

‎Yanti menambahkan Panitia menyampaikan ini sepenuhnya kewenangan mereka dan sekolah tidak perlu tahu. Padahal ia hanya meminta transparansi, setidaknya mengetahui kuota agar bisa menyesuaikan jumlah peserta yang dikirim.

‎Ia juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian dalam proses penilaian. Beberapa siswa dari SMKN Kletek Suai yang dinilai memiliki kemampuan fisik baik justru tidak lolos, sementara peserta lain yang dianggap kurang memenuhi kriteria tapi terpilih.

‎Yanti juga mempertanyakan keabsahan nilai kesamaptaan yang diberikan dalam seleksi. Ia menilai terdapat nilai yang tidak masuk akal.

‎Ada yang disebut memperoleh nilai hingga 90 untuk kesamaptaan. Menurut nya hal itu sulit diterima dan patut dipertanyakan. Ia mengungkap adanya kejanggalan dalam pengumuman hasil seleksi. Sempat terjadi perubahan data yang oleh panitia disebut sebagai kesalahan pengetikan.

‎"Awalnya satu siswa kami dinyatakan tidak lolos, tetapi kemudian namanya muncul kembali. Panitia menyebut itu kesalahan ketik, namun menurut saya bukan sekadar kesalahan, melainkan ada unsur kesengajaan. Bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana SMKN Kletek Suai biasanya berhasil meloloskan 4 hingga 5 siswa dalam seleksi Paskibraka." Ungkap Yanti.

‎Namun pada tahun ini, hanya satu siswa yang dinyatakan lolos, itupun sebelumnya sempat dinyatakan tidak lolos.

‎Pihaknya berharap ke depan proses seleksi Paskibraka di Kabupaten Malaka dapat dilakukan secara lebih transparan, objektif, dan profesional, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. (AS)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....