Petani Cabai di Belu Alami Tantangan Curah Hujan Tinggi

  • 28 Apr 2026 10:14 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Petani desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak Belu saat ini mengalami tantangan dalam pembudidayaan tanaman holtikultura maupun tanaman pangan. Hal tersebut dikatakan Arnoldus Naiusu Petani desa Kabuna, kepada rri.co.id, Senin 27 April 2026.

Dikatakan saat ini di wilayah kabupaten Belu dan sekitarnya curah hujan dikategorikan tinggi. Hal ini berdampak buruk pada hasil pembudidayaan tanaman pangan maupun holtikultura yang di budidaya.

"Di wilayah kabupaten Belu saat ini curah hujannya dikategorikan tinggi. Ini sangat berpengaruh pada hasil tanaman yang kami budidaya baik tanaman holtikultura maupun tanaman pangan, " ucap Arnoldus Naiusu.

Untuk diketahui saat ini tanaman holtikultura salah satunya tanaman cabe yang di budidaya sebanyak 3.500 pohon belum dilakukan pemanenan. hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga cabe mengalami busuk buah dan hasilnya tidak maksimal.

Sedangkan untuk tanaman pangan seperti padi dan jagung yang sudah saatnya panen tidak bisa dilakukan karena kelembapan yang tinggi.

"Untuk tanaman cabe di kebun saya sebenarnya sudah mendekati masa panen, tapi kendalanya gugur bunga, busuk bunga, lalat buah, busuk batang jadi belum panen. Kalau padi dan jagung hujan terus tidak bisa karena lembab jadi paksa untuk panen maka hasil panen akan rusak, "kata Arnoldus Naiusu.

Sebagai langkah pencegahan untuk tanaman cabe saat ini dilakukan perawatan dengan penyemprotan insektisida, fungisida serta pembersihan gulma. " Sebagai prediksi untuk hasil panen kali kami mengalami kegagalan kurang lebih 20 persen, semoga kedapan curah hujan kemabli normal., "ucap Arnoldus Naiusu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....