Rencana Pemdes Tohe Bersihkan Irigasi, SDA Belu Beri Dukungan Menjadi Agenda Rutin
- 22 Apr 2026 07:10 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Rencana aksi pembersihan irigasi Pemerintah Desa (Pemdes) Tohe, Kecamatan Raihat dalam mendukung sektor pertanian dengan menggelar aksi pembersihan daerah irigasi bersama kelompok tani dan Petugas Pintu Air (PPA) mendapatkan apresiasi dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Belu karena dinilai sebagai langkah nyata menjaga keberlangsungan pengairan persawahan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas PUPR Kabupaten Belu Fransiscus Xav Lako kepada rri.co.id Selasa 21 April 2026 menyampaikan mengapresiasi langkah cepat dan inisiatif Pemdes Tohe dalam menjaga infrastruktur irigasi.
Menurutnya, peran aktif desa sangat penting dalam mendukung keberlanjutan fungsi jaringan irigasi, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah, sehingga langkah Pemdes Tohe patut menjadi contoh untuk diikuti wilayah lainnya karena baru pertama kali akan dilakukan di Belu yang melibatkan petugas-petugas PPA
“Kami sangat mendukung kegiatan ini dan memastikan petugas kami akan hadir untuk membantu kegiatan pembersihan ini,” kata Fransiscus Xav Lako.
Ia mengatakan dengan rencana aksi membantu membersihkan saluran dari sedimentasi, sampah, dan tanaman liar yang menghambat aliran air, distribusi air ke lahan pertanian berjalan lancar tanpa kekurangan debit air dan proses penanaman di musim kemarau tetap berjalan dengan optimal.
Sementara itu Pj Desa Tohe Cornelis Yulius Cecar, sebelumnya pada Senin 20 April 2026 mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dan akan melakukan pembersihan pada Jumat mendatang, langkah ini bertujuan agar tidak terdapat penumpukan sedimen yang mengakibatkan pengurangan debit air saat musim kemarau.
Ia mengatakan ini juga bagian dari rencana aksi desa dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta menjawab keluhan petani terkait berkurangnya debit air saat memasuki musim kemarau.
Cornelis Yulius Cecar, menambahkan sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat desa dan menjadi salah satu lumbung pangan daerah dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Belu baik untuk padi, jagung dan holtikultura.
“Artinya disini kami terus bersinergi dengan mimpi besar ingin memastikan kebutuhan air bagi petani tetap terpenuhi saat musim kemarau,” ucap Cornelis Yulius Cecar.
Ia juga menegaskan, perawatan irigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sehingga mengajak semua utnuk terus bersinergi dan kolaborasi agar terus memberikan perubahan dan kemajuan dari wilayah perbatasan untuk Indonesia. (KM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....