Kartini 2026 Dorong Akses Digital Perempuan

  • 21 Apr 2026 11:47 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Tema Hari Kartini 2026 menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam pembangunan, kesetaraan serta peran aktif di era digital. Momentum ini menjadi refleksi atas berbagai tantangan yang masih di hadapi perempuan khususnya terkait akses dan literasi digital.

Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, menyoroti masih rendahnya akses teknologi bagai perempuan di pedesaan. "Kalau kita bicara perempuan di era digital, tantangan utamanya adalah akses. Di pedesaan kalau kita lihat mungkin hanya 35 persen perempuan yang memiliki smartphone," kata Anita. Selasa 21 April 2026.

Menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian serius yang harus ditangani pemerintah dengan memperluas jaringan internet hingga ke pelosok desa. Ia menambahkan keterbukaan akses digital akan mendorong perempuan desa lebih berdaya dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Lebih lanjut, Anita menegaskan pentingnya membangun kepercayaan diri perempuan terutama yang berada di daerah terpencil. Ia menegaskan perempuan harus mampu mengubah pola pikir dan berani menghadapi keterbatasan.

"Setiap tantangan pasti ada peluang. Jadi jangan menyerah, tetap semangat dan cari peluang di setiap kesulitan," ujar Anita.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan lain seperti kesenjangan digital, rendahnya tingkat pendidikan, beban ganda perempuan persoalan kekerasan dan diskriminasi.

Menurutnya perempuan di Nusa Tenggara Timur saat ini berada dalam posisi diantara peluang dan tantangan. Disatu sisi mereka mulai manfaatkan teknologi untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan keterlibatan sosial. Namun disisilain mereka keterbatasan akses dan literasi digital masih menjadi kendala utama, terutama bagi perempuan di pedesaan. Terkait akses pendidikan digital, Anita menilai pemerataan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah khususnya di wilayah perbatasan dalam hal jaringan internet.

"Kalau akses internet masih terbatas, bagaimana mereka mau belajar dan mengembangkan diri" kaya Anita.

Meski demikian Anita mendorong perempuan untuk tetap mencari alternatif pembelajaran seperti memanfaatkan buku di perpustakaan atau belajar dari pengalaman sekitar.

Perempuan, kata Anita, harus berani mencari terobosan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. "Walaupun tidak ada internet, masih banyak cara untuk belajar. Kita harus tetap berusaha dan tidak berhenti mengejar pengetahuan," ucap Anita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....