Bupati Samakan Persepsi dengan Para Dokter Demi PAD

  • 20 Apr 2026 18:06 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu- Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Dellasale Kebo mengumpulkan seluruh dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi yang bertugas di di RSUD Kefamenanu. Para dokter yang dikumpulkan terdiri dari dokter spesialis 13 orang, dokter umum 7 orang dan dokter gigi. Hal ini dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor layanan kesehatan, pada Senin 20 April 2026.

Pertemuan tersebut digelar di Aula Kantor Bupati dan dihadiri Plh Sekda TTU, Trinimus Olin, S.Kom., M.T, Asisten 1 Setda TTU, Kristoforus Ukat, Plt Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, Plh Kepala Dinas Kesehatan dan PNS Lingkup Dinkes.

Bupati Falentinus pada kesempatan itu mengatakan bahwa, layanan kesehatan selain berfungsi sosial juga harus memberi kontribusi terhadap PAD tanpa mengurangi mutu pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, selaku Bupati TTU ia mengumpulkan para dokter supaya saling berdiskusi.

“Untuk peningkatan PAD dari sektor layanan kesehatan khususnya RSUD Kefamenanu, maka kita samakan persepsi. Sebab dokter adalah ujung tombak pelayanan. Kalau manajemen pelayanan, penegakan tarif perda, dan klaim BPJS berjalan tertib, maka PAD dari retribusi kesehatan bisa naik signifikan. Hasilnya kembali lagi untuk insentif, alat kesehatan, dan perbaikan layanan,” kata Bupati Falentinus.

Ia melanjutkan bahwa layanan kesehatan di TTU khususnya RSUD Kefamenanu tidak ada persoalan. Tetapi pihaknya selaku Bupati mengumpulkan para dokter supaya menyamakan persepsi terkait peningkatan pendapatan asli daerah. Sebab salah satu syarat peningkatan PAD adalah ketersediaan tenaga dokter baik itu dokter umum, dokter gigi terlebih dokter spesialis.

Bupati Falent kembali menekankan bahwa, pihaknya meyakinkan para dokter supaya dalam penanganan pasien sebisa mungkin tidak dilakukan rujuk melainkan penanganan tetap di RSUD Kefamenanu selagi masih bisa ditangani. Rujukan bisa dikeluarkan kecuali urgent dan alat tersebut tidak tersedia di RSUD Kefamenanu.

"Sebab tahun 2026, target PAD untuk RSUD Kefamenanu harus bisa mencapai angka Rp. 40 miliar. Karena pada tahun 2024 itu PAD di rumah sakit itu sebesar Rp 27 miliar, kemudian kita genjot di 2025 sehingga menyentuh angka Rp. 33 miliar dan tahun 2026 ini kita dorong supaya mencapai Rp 40 miliar", kata mantan TNI ini.

Sementara itu Plt Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, menyambut baik arahan Bupati TTU. Selain itu, keluhan para dokter terkait fasilitas penunjang di RSUD Kefamenanu yang kurang seperti mesin anastesi di ruang operasi, perbaikan lampu di ruang bedah. Kemudian permintaan terkait alat Bedside monitor di RSUD sebagai alat medis krusial di ruang intensif (ICU/ICCU), IGD, dan kamar operasi untuk memantau tanda vital pasien.

"Semua peralatan yang diminta oleh para dokter di RSUD Kefamenanu sudah dilakukan pengadaan oleh PPK. Sebab peralatan medis tersebut semuanya hibah dari dana alokasi khusus (DAK) dan ada yang dihibahkan dari Pemerintah pusat (Kemenkes) saat ini lagi dalam proses sehingga tidak lama lagi peralatan medis itu akan tiba di RSUD Kefamenanu. Sehingga tidak ada persoalan terkait pelayanan kesehatan ke depan dan kita akan mendukung untuk mengejar target PAD", ujar dr Tonce (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....