Finalis MTQ Abal Berbagi Kisah Perjalanan sejak Usia Dini

  • 19 Apr 2026 19:18 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI tingkat Kecamatan Abal yang berlangsung di Desa Bampalola pada 2026 tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembuktian konsistensi peserta lintas generasi. Sejumlah kafilah dari desa-desa di wilayah tersebut ambil bagian dalam lomba seni baca Al-Qur’an.

Salah satu peserta yang kembali tampil adalah Al-Mudin Oda dari Desa Hulnani. Ia mengikuti cabang tilawah dewasa setelah sebelumnya aktif sejak usia anak-anak. Partisipasinya tahun ini menandai keberlanjutan perjalanan panjang dalam dunia MTQ.

Al-Mudin mengawali keterlibatannya sebagai peserta tilawah sejak usia dini. Ia kemudian terus mengikuti perlombaan di berbagai jenjang, dari kategori anak-anak hingga remaja, sebelum kembali tampil di tingkat dewasa. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an secara tartil dan berirama.

Menurutnya, tantangan terbesar saat awal mengikuti lomba adalah mengatasi rasa gugup saat tampil di hadapan dewan juri dan penonton. Namun, intensitas mengikuti perlombaan membuatnya terbiasa dan lebih percaya diri.

Dalam beberapa penyelenggaraan MTQ tingkat kecamatan sebelumnya, Al-Mudin sempat memberikan hasil yang dinilai membanggakan bagi kafilah Hulnani. Pada pelaksanaan MTQ ke-XXXI ini, ia kembali melaju hingga babak final di cabang yang diikutinya.

“Saya mengikuti MTQ sejak kecil hingga sekarang. Ini bagian dari kecintaan saya terhadap Al-Qur’an. Dukungan keluarga dan pemerintah desa membuat saya bisa terus tampil dan berkembang,” kata Al-Mudin.

Ia berharap keikutsertaannya dapat mendorong minat generasi muda di desanya untuk mempelajari Al-Qur’an. Selain sebagai ajang lomba, MTQ dinilai memiliki peran dalam menumbuhkan pemahaman terhadap seni baca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....