Infrastruktur Desa Belum Merata, Dinilai Kurang Perhatian Pemerintah
- 16 Apr 2026 15:59 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua: Kondisi infrastruktur di desa pelosok masih menjadi sorotan, terutama terkait kurangnya perhatian pemerintah yang dinilai belum merata. Masyarakat di sejumlah wilayah bahkan menilai kehadiran pemerintah cenderung hanya terasa saat momentum politik berlangsung.
Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali mengungkapkan bahwa paradigma masyarakat terhadap pemerintah terbentuk dari pengalaman yang berulang. Menurutnya, pemerintah sering hadir ketika ada kepentingan politik, namun setelah itu perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali berkurang.
“Masyarakat melihat pemerintah itu hadir saat momentum politik saja, tetapi setelah itu kebutuhan mereka seperti jalan, listrik, dan fasilitas lain seakan tidak menjadi prioritas,” katanya kepada rri.co.id Kamis, 16 April 2026.
Dia menegaskan bahwa kondisi ini berdampak pada rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pembangunan yang berkelanjutan. Infrastruktur yang tidak memadai juga memperburuk akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di desa-desa terpencil.
Melfridus juga meminta pemerintah untuk lebih peka dalam menentukan prioritas pembangunan. Ia menilai bahwa daerah dengan kondisi infrastruktur yang sudah tidak layak harus segera mendapatkan perhatian serius agar tidak semakin tertinggal.
“Pemerintah harus bisa melihat mana yang menjadi prioritas. Kalau memang kondisinya tidak bisa digunakan sama sekali, harus segera dibangun atau diperbaiki,” tuturnya.
Di sisi lain, dia juga mengajak masyarakat untuk tetap aktif dan peduli terhadap pembangunan di desa masing-masing, meskipun dihadapkan pada keterbatasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....