Lamban Pembangunan Infrastruktur Hambat Aktivitas Masyarakat
- 16 Apr 2026 15:21 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Keterlambatan pembangunan infrastruktur di desa-desa pelosok tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga menghambat sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Kepada rri.co.id Kamis,16 April 2026 Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus kali menyampaikan bahwa akses jalan yang buruk membuat masyarakat kesulitan menjangkau fasilitas penting, termasuk sekolah dan layanan kesehatan.
“Kalau akses jalan tidak ada atau rusak, otomatis masyarakat tidak bisa bergerak. Ekonomi juga ikut mati, termasuk akses ke pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.
Melfridus kali menjelaskan, kondisi seperti jembatan rusak atau jalan terputus seringkali membuat aktivitas masyarakat terhenti. Hal ini sangat merugikan, terutama bagi warga yang membutuhkan layanan darurat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur merupakan urat nadi bagi kemajuan desa. Tanpa akses yang memadai, desa akan sulit berkembang dan tertinggal dari wilayah lain. “Pembangunan itu harus jadi prioritas utama, karena menghubungkan desa ke kecamatan saja masih sangat sulit di beberapa tempat,” tuturnya.
Dalam mengatasi persoalan ini, ditekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi nyata masyarakat. Dengan upaya tersebut, diharapkan pembangunan infrastruktur dapat lebih merata dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat desa.
Selain itu, sebagai Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus kali juga mengusulkan langkah konkrit untuk mengatasi hal tersebut, antara lain reformasi birokrasi agar proses pembangunan lebih cepat dan efisien, serta melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....