Infrastruktur di Pelosok Desa Menjadi Perhatian Serius

  • 16 Apr 2026 14:59 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kondisi infrastruktur di pelosok desa masih menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Lambatnya pembangunan dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama di daerah terpencil yang belum tersentuh pembangunan secara merata.

Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus kali saat diwawancara RRI Atambua melalui sambungan telepon Rabu 15 April 2026. "Masih banyak desa yang belum mendapatkan akses infrastruktur memadai."

Ia menyebut, sejumlah wilayah desa bahkan masih menghadapi kondisi jalan rusak, jembatan tidak layak, hingga keterbatasan akses listrik.

“Yang pertama saya angkat itu desa-desa pelosok yang belum terlalu diperhatikan. Contohnya pembangunan jembatan yang belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” ucapnya

Dia juga mengungkapkan adanya kasus kecelakaan yang terjadi akibat buruknya infrastruktur jalan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan belum sepenuhnya berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Menurut Melfridus kali, keterlambatan pembangunan tidak lepas dari lemahnya perencanaan pemerintah serta kurangnya perhatian terhadap kebutuhan riil masyarakat desa. Hal ini membuat pembangunan terkesan tidak tepat sasaran.

“Kalau mau dibilang, ini bisa jadi karena kegagalan sistem perencanaan atau kurangnya kepedulian terhadap masyarakat desa, sehingga pembangunan berjalan lambat,” katanya.

Mahasiswa juga menilai pembangunan selama ini masih cenderung terpusat di wilayah perkotaan. Akibatnya, kesenjangan antara desa dan kota semakin terlihat jelas. Ia berharap pemerintah dapat lebih serius memperhatikan desa-desa terpencil, dengan memastikan pembangunan yang merata dan berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....