Kinerja PPL Desa Umaklaran Disorot, Minim Pendampingan Petani Bergerak Mandiri

  • 15 Apr 2026 10:00 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Kinerja kerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PKL) Desa Umaklaran Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu mendapatkan sorotan serius dari para petani karena dinilai minimnya kehadiran di lapangan yang berdampak pada kurangnya optimalnya pendampingan terhadap pertanian dalam meningkatkan produktivitas.

Salah satu petani Dusun Fulanmonu, Fridolinus Mau Making mengaku jarang mendapatkan bimbingan maupun kunjungan dari PPL.

Padahal ia menilai kehadiran penyuluh sangat dibutuhkan dalam memberikan edukasi terhadap berbagai tantangan seperti perubahan cuaca, serangan hama , pembasmian hingga fluktuasi harga hasil pertanian serta penerapan metode pertanian yang baik, unggul, dengan penerapan pertanian modern dan berkelanjutan.

Fridolinus Mau Making, menambahkan minimnya partisipasi PPL memaksa petani harus bergerak mandiri dengan mengandalkan pengalaman, diskusi kelompok serta informasi dari media sosial utnuk mengelola lahan Kondisi yang ada dirinya menginginkan peningkatan perhatian dari pemerintah daerah terhadap fungsi penyuluhan.

“Untuk PPL sementara ini kurang memperhatikan kami, sehingga sangat mengharapkan perlu ada tindak tegas agar PPL mendampingi kami dengan itu saat terdapat kendala PPL menjadi garda dan ujung tombak,” kata Fridolinus Mau Making.

Ia menilai keberadaan PPL seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, inovasi dan solusi atas berbagai persoalan pertanian di tingkat desa.

Selain itu, kurangnya pendampingan dinilai berpotensi menghambat penerapan teknologi pertanian modern. Padahal, inovasi seperti penggunaan pupuk organik, teknik irigasi yang efisien, hingga pengendalian hama terpadu sangat membutuhkan bimbingan dari tenaga ahli.

Di akhir Ia kembali mengharapkan Pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap kinerja PKL di wilayah tersebut. Penguatan sistem pengawasan serta peningkatan intensitas turun ke lapangan dinilai menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan petani. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....