Sebulan Mengabdi dan Berkontribusi di Umaklaran PKL Unimor Kembali Ditarik

  • 12 Apr 2026 12:27 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Usai sebulan lebih menjalani Praktek Kerja Lapangan di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Sebanyak 74 mahasiswa Prodi Keperawatan Unimor ditarik kembali pada Jumat 10 April 2026. Kegiatan pelepasan Mahasiswa PKL Unimor dilangsungkan di Aula Kantor Desa Umaklaran

Dosen pembimbing Handrianus Akoit, SKM,M.Kes menyampaikan terima kasih kepada pemdes Umaklaran dan seluruh masyarakat yang telah menerima, membantu dan mendukung segala aktivitas kegiatan Mahasiswa selama menjalankan PKL yang berkaitan dengan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan.

"Kami menyadari, selama kurang lebih satu bulan mahasiswa kami berada di sini, mungkin ada tingkah laku, tutur kata, atau tindakan yang kurang berkenan di hati bapak/ibu warga desa. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya besar harapannya, pengalaman di sini menjadi pelajaran berharga bagi mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat,” ucap Handrianus Akoit.

Dirinya berharap ilmu yang sedikit banyak telah diterapkan oleh mahasiswa dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat desa umaklaran dan bagi mahasiswa menjadi pengalaman dan modal utama menjadi perawat yang humanis dan peduli pada komunitas.

Kesempatan yang sama Kepala Desa Umaklaran Agustinus M.Nai Bili,S.Sos menyampaikan terima kasih atas pengabdiannya selama kurun waktu 1 bulan

Menurut Agustinus Nai Bili, kehadiran mahasiswa PKL membantu pemeriksaan kesehatan warga, memberikan edukasi kesehatan, serta membantu di Posyandu, sungguh memberikan dampak positif.

“Kami merasa sangat terbantu dengan ilmu yang adik-adik aplikasikan langsung ke masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat, Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya jika selama adik-adik bertugas di sini, terdapat kekurangan dalam fasilitas maupun sambutan warga yang kurang berkenan ucap Agustinus Nai Bili.

Ia berpesan kepada semua pengalaman di desa ini sebagai bekal berharga sebelum benar-benar terjun ke dunia kesehatan sesungguhnya dan jadilah perawat yang humanis, ramah, dan kompeten. Jangan berhenti belajar, dan teruslah menjaga nama baik almamater serta menjaga etika keperawatan di mana pun bertugas.

Salah satu mahasiswa Patrisia Verao Pareira juga mengucapkan terima kasih kepada kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga desa atas penerimaan, bimbingan, serta kerja sama selama masa PKL.

Ia mengatakan melalui PKL ini akan menjadi pengalaman berharga yang didapat, terutama dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami karakteristik kesehatan desa, dan mengaplikasikan ilmu keperawatan komunitas.

Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf atas perilaku atau tutur kata yang kurang berkenan selama berinteraksi dan melayani warga. Ia berharap kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat, meningkatkan kesadaran kesehatan, dan berkelanjutan bagi kesehatan warga desa. (KM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....